• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribun Jakarta

Eksekutor Tito Kei Berani Menembak di Tempat Ramai

Sabtu, 1 Juni 2013 00:52 WIB
Eksekutor Tito Kei Berani Menembak di Tempat Ramai
TRIBUNNEWS.COM/BIAN HARNANSA
Tito Kei tertembak saat bentrok antara dua kelompok massa di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Rabu (29/9/2010). Bentrokan tersebut mengakibatkan tiga orang tewas. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tito Kei, adik kandung tokoh pemuda asal Pulau Kei, John Refra Kei, ditembak dua orang tak dikenal.

Tito Kei yewas ditembak saat asyik bermain kartu di sebuah warung dekat kompleks rumahnya di Taman Titian Indah, Medan Satria, Bekasi Kota.

Dua penembak Tito Kei langsung melarikan diri, usai meletuskan peluru dua kali. Selain Tito, ada pedagang rokok yang juga tertembus timah panas.

Pelaku penembakan yang menurut saksi mengenakan helm dan jaket, kini sedang dalam buruan polisi. Penembak misterius itu pun kini jadi teka-teki.

Sebab, lingkungan lokasi kejadian penembakan Tito Kei diketahui sangat ramai. Di tempat tersebut banyak berjejer warung dan pedagang kaki lima.

Para eksekutor disinyalir sudah melakukan pengintaian sebelumnya, dan sangat terlatih. Nyali mereka juga tergolong cukup besar, karena berhasil menembak tokoh pemuda yang sangat disegani dan memiliki pengikut yang sangat loyal serta fanatik.

Salah seorang warga Kompleks Taman Titian Indah yang enggan disebutkan namanya, juga menggambarkan situasi perumahan di mana Tito Kei bermukim. Sehari-hari, lokasi kejadian sangat ramai.

"Nyali gede tuh yang nembak, tempat ramai, banyak pedagang kaki lima," katanya saat berbincang dengan Tribunnews.com, Sabtu(1/6/2013) dini hari.

Ia pun menceritakan saat pecahnya bentrok antara anak buah John Kei dengan penduduk lokal sekitar. Saat itu suasana mencekam. Sehari setelah kejadian, anak buah John Kei melakukan sweeping.

Bahkan, paparnya, seorang warga lokal setempat sempat dibakar, karena disangka menjadi pelaku pengeroyokan anak buah John Kei.

"Seram waktu berantem sama Betawi, sampai bakar orang," ujarnya.

Warga yang bekerja sebagai karyawan swasta di Jakarta, juga menjelaskan situasi yang biasa terjadi, bila ada bentrok atau ricuh di markas kelompok Kei.

Tak lama setelah kejadian, ungkapnya, biasanya para pengikut setia Tito atau John Kei langsung melakukan sweeping.

"Pasti sweeping," ucapnya.

Sebelumnya, polisi usai kejadian penembakan Tito Kei, langsung melakukan olah TKP. Polisi di lokasi kejadian menemukan beberapa proyektil peluru. (*)

Penulis: Willy Widianto
Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas