Jumat, 30 Januari 2015
Tribun Jakarta

Masyarakat Keluhkan Mahalnya Harga Tiket dan Tarif Parkir PRJ

Jumat, 7 Juni 2013 04:16 WIB

Masyarakat Keluhkan Mahalnya Harga Tiket dan Tarif Parkir PRJ
Tribun Jakarta/JEPRIMA
Pembukaan Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair 2013 dimeriahkan oleh pesta kembang api di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (6/6/2013) malam. Ajang ini di adakan untuk memperingati hari jadi kota Jakarta yang jatuh pada 22 Juni 2013 yang ke-486 dengan mengusung tema Terus Maju Jakartaku . (Tribun Jakarta/Jeprima) 

Laporan Wartawan Warta Kota, Feryanto Hadi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Even Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair Kamis (6/6/2013), sudah resmi dibuka. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, ajang tahunan di Jakarta sebagai salah satu rangkaian dari perayaan Hari Ulang Tahun Kota Jakarta ini selalu ramai dikunjungi masyarakat.

Pantauan Warta Kota pada Kamis (6/6) sore, ribuan masyarakat sudah memenuhi semua area pelaksanaan Jakarta Fair, di PRJ Kemayoran, Jakarta Pusat. Banyak yang berbelanja, menikmati kuliner atau hanya sekadar melihat-lihat saja.

Di balik ingar-bingar meriahnya acara tersebut, ada hal-hal yang mengganjal beberapa pengunjung yang Warta Kota temui. Nolan Luthfi (42) misalnya. Warga Bintaro, Jakarta Selatan, ini prihatin dengan ajang Jakarta Fair yang tampak begitu komersil. Padahal, menurutnya, Jakarta Fair bisa menjadi ajang pestanya masyarakat Jakarta. Ia mencontohkan, tiket masuk seharga Rp. 25.000 yang ditetapkan penyelenggara pada week day (Senin-Jumat) dan Rp. 30.000 pada week end. Angka tersebut dikatakannya terlalu mahal.

"Seharusnya jangan dimahal-mahalin, ini kan pesta rakyat, dilaksanakan untuk memeriahkan ulang tahun Jakarta. Kalau sekarang saya lihatnya sudah komersial," katanya ditemui di lokasi Jakarta Fair.

Nolan pun memandang bahwa event Jakarta Fair kali ini, sudah melenceng dari tujuan dan esensi digelarnya acara ini. Hal tersebut, menurutnya, terlihat dari minimnya penyelenggara mengangkat budaya dan seni dari Jakarta. "Kalau menurut saya pengennya bener-bener jadi hiburan masyarakat Jakarta, banyak instrumen daerah dari DKI yang diangkat. Jangan terlalu dikomersilkan. Kalau judulnya Jakarta Fair harusnya lebih ngangkat budaya Jakarta agar masyarakat menjadi dekat," kata dia yang datang ke Jakarta Fair bersama keluarganya.

Nolan juga sangat sependapat dengan adanya wacana pemindahan Jakarta Fair, dari PRJ ke kawasan Monas serta menggratiskan event ini agar bisa dinikmati oleh kalangan luas. "Saya rasa memang lebih cocok di Monas. Dulu, sebelum di sini kan Jakarta Fair dilangsungkan di Monas. Enggak tahu kenapa kok jadi terkesan komersil seperti ini," ungkapnya.

Halaman12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas