Minggu, 23 November 2014
Tribun Jakarta

Polisi Tunggu Hasil Visum Kasus Perkosaan Mahasiswi Bandung

Senin, 17 Juni 2013 14:10 WIB

Polisi Tunggu Hasil Visum Kasus Perkosaan Mahasiswi Bandung
google
Ilustrasi

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - FRS, mahasiswi bandung yang menjadi korban perampokan dan perkosaan pada Kamis (13/6/2013) lalu di Hotel Harris lantai 18 kamar 1807 Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara saat ini tengah menjalani visum.

"Penyidik masih menunggu hasil visumnya korban. Visum itu dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya kekerasan yang dialami oleh korban," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, Senin (17/6/2013) di Mapolda Metro Jaya.

Lalu saat ditanya mengenai perkembangan penyidikan terhadap pelaku, Rikwanto mengaku saat ini tim di lapangan tengah memburu seseorang yang diduga sebagai pelaku.

"Untuk pelakunya masih dicari. Ada beberapa alternatif kota yang diduga sebagai tempat persembunyiannya, seperti Bandung, Serang dan Bogor," kata Rikwanto.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswi kelahiran Bandung, Jabar berinisial FRS (22) menjadi korban perampokan dan perkosaan oleh pria tidak dikenal, Kamis (13/6/2013) di Hotel Harris lantai 18 kamar 1807, Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto mengatakan korban dari kejadian tersebut ada dua korban yakni FRS dan AG.

"Jadi pada Kamis (13/6/2013) pukul 14.00 WIB, korban FRS berkenalan dengan seorang pria . FRS mengaku sebelumnya telah dikenalkan dengan dengan pria tersebut oleh temannya bernama Gina," ucap Rikwanto, Jumat (14/6/2013) di Mapolda Metro Jaya.

Dan saat itu, FRS bertemu dengan pelaku untuk transaksi diamond (berlian). Lalu keduanya naik ke lantai 18 Hotel Harris yang sebelumnya sudah dipesan oleh pelaku atas nama Rosa Kharisma yang merupakan KTP orang lain.

Sesampai di kamar, korban mengaku ditodong pisau lalu dibawa ke tempat tidur kemudian di borgol dan diikat menggunakan tali plastik. Tak hanya itu, korban juga mengaku diancam dengan pisau agar menyerahkan pin ATM BCA miliknya dan mengaku diperkosa.

Lalu sekitar pukul 20.30 WIB, teman korban yakni AG datang ke kamar karena sebelumnya
pelaku memaksa korban untuk menghubungi AG.

"Korban AG masuk kamar, lalu diikat, harta bendanya dikuras dan kabur. Baru pada pagi harinya, Jumat (14/6/2013) pukul 07.00 wib, keduanya bisa melepaskan ikatan borgol dan tali," tutur Rikwanto.

Usai itu, FRS langsung melaporkan kasus yang dialaminya ke Polsek Kelapa Gading. Sedangkan AG pergi meninggalkan hotel menuju Cipinang, Jaktim dengan alasan menemui kerabatnya.

Atas perbuatan itu, FRS mengalami kerugian berupa satu buah jam tangan merk guest, tiga buah HP senilai Rp 25 juta, berlian senilai Rp 150 juta, dan uang USD senilai Rp 7 juta.

Sementara AG mengalami kerugian berupa uang tunai yang belum diketahui jumlahnya. Dan sampai saat ini, keberadaan AG belum diketahui keberadaannya.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Willy Widianto

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas