• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Tribun Jakarta

Identifikasi Pelaku Perusakan Bus Persib, Polisi Periksa HP Pemain

Selasa, 25 Juni 2013 19:55 WIB
Identifikasi Pelaku Perusakan Bus Persib, Polisi Periksa HP Pemain
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Seorang suporter Persib Bandung melihat keadaan di dalam bus tim Persib Bandung di rest area KM 19 Tol Jakarta-Cikampek, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (22/6/2013). Rombongan tim Persib yang sedianya akan bertanding melawan tuan rumah Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) diserang oleh oknum suporter Persija ketika baru keluar dari hotel tempat mereka menginap di kawasan Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepolisian masih mengejar pelaku perusakan bus yang membawa pemain dan official Persib Bandung saat keluar dari Hotel Kartika Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, sekitar pukul 14.20, Sabtu (22/6) lalu.

Diduga ada pemain Persib Bandung yang merekam kejadian pelemparan dengan HP dan polisi akan mencoba memeriksanya.

Hal itu katakan. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Selasa (25/6/2013).

Rikwanto mengatakan, sejauh ini penyidik sudah memeriksa tujuh orang saksi di lokasi kejadian untuk memburu pelaku.

Selain itu juga rekaman CCTV di gedung sekitar lokasi diharapkan dapat membantu mengungkap siapa pelaku pelemparan.

"Tujuh orang saksi yang kami periksa diantaranya pedagang minuman, satpam, dan pedagang rokok yang pada saat itu melihat kejadian. Penyidik juga akan meminta keterangan dari pemain Persib yang kemungkinan diantara mereka ada yang merekam kejadian itu dengan ponselnya, dan pelakunya bisa terlihat jelas," kata Rikwanto.

Rikwanto menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya juga akan meminta keterangan dari koordinator the Jak, suporter Persib, untuk mengetahui apakah anggota mereka terlibat.

"Keterangan dari koordinator the Jak juga bisa kita gali, apakah pelaku dari anggota mereka atau orang-orang yang mendompleng nama pendukung Persija," kata Rikwanto.

Polda Metro Jaya, kata Rikwanto, sebelum pertandingan sudah melakukan rapat dengan perwakilan penyelenggara dan kedua belah pihak baik Persija dan Persib. Kesepakatannya, pertandingan itu tetap berlangsung tetapi tanpa suporter, dan keduanya sudah saling setuju.
Sayangnya, kesepakatan ini belum bisa terwujud dengan baik, sehingga masih ada kejadian pengerusakan bus pemain di Jakarta dan mobil warga di Bandung.

Kedepan, kata Rikwanto, Polda Metro Jaya, bakal melarang pertandingan antara Persija Jakarta dan Persib Bandung, dihelat di Jakarta. Pasalnya, berdasarkan pengalaman, kedua suporter kerap bentrok dan membuat kericuhan saat kedua tim bertemu.

"Kita wacanakan ke depan untuk pertandingan Persija dan Persib sebaiknya tidak di jakarta. Di luar kota atau daerah lainnya saja, cari tempat yang netral," kata Rikwanto.

Larangan itu, kata Rikwanto, bukan tanpa sebab. Berdasarkan pengalaman pada saat kedua tim berlaga, baik di Jakarta atau di Bandung, para suporter kerap melakukan kericuhan dan pengrusakan. Alhasil, banyak jatuh korban.

"Berdasarkan pengalaman pertandingan antara Persija dan Persib, sering jatuh korban, terjadi kericuhan, kerap terjadi pengrusakan, makan-minum tidak bayar, dan lainnya," katanya.

Menurut Rikwanto, sebelumnya pihaknya sudah memberikan alternatif. Pertama, ketika bertanding di Jakarta hanya The Jakmania saja yang boleh menonton. Sementara, Bobotoh atau Viking dilarang datang.

"Ternyata ada juga korban terbunuh. Kemudian, kemarin (Sabtu 22/6) kami larang kedua-duanya menonton. Tetap saja ada bus pemain Persib dirusak. Makanya, nanti kami akan wacanakan sebaiknya tidak bermain di Jakarta," ujarnya.(bum)

Editor: Johnson Simanjuntak
Sumber: Warta Kota
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1950902 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas