• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 21 April 2014
Tribun Jakarta

Polda Metro Larang Ormas Sweeping Tempat Hiburan Malam Saat Puasa

Rabu, 26 Juni 2013 17:32 WIB
Polda Metro Larang Ormas Sweeping Tempat Hiburan Malam Saat Puasa
BANGKA POS/RESHA JUHARI
Anggota kepolisian menggeledah pengunjung dan memeriksa Kartu Tanda Penduduk (KTP) saat razia di tempat hiburan malam.

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Budi Sam Law Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepolisian Daerah Metro Jaya melarang keras aksi sweeping yang dilakukan organisasi masyarakat (Ormas) terhadap tempat hiburan malam, menjelang dan saat bulan puasa mendatang.

Proses hukum akan diberlakukan jika peringatan tersebut tak diindahkan.

Hal tersebut diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Rabu (26/6/2013).

"Kami melarang ormas atau siapapun main hakim sendiri. Kami harapkan tidak ada sweeping dari ormas. Kalau tidak maka kami tindak," kata Rikwanto.

Rikwanto berharap ormas atau masyarakat mau bekerjasama dengan kepolisian, serta melaporkan atau menginformasikan bila menemukan adanya tempat hiburan yang buka pada malam puasa atau melanggar aturan.

"Silakan informasikan ke kepolisian jika ada tempat hiburan yang melanggar. Nanti pasti akan kami tindaklanjuti," kata Rikwanto.

Rikwanto menjelaskan ketentuan operasional tempat hiburan malam pada bulan puasa, aturannya ada di Pemerintah Daerah DKI Jakarta. Pihaknya, kata Rikwanto, akan mendukung aturan dan membantu pengamanan dalam penerapan aturan ini.

Di samping itu, Rikwanto berharap agar pengusaha tempat hiburan malam mematuhi ketentuan dan aturan yang ada.

"Supaya tidak memancing aksi anarki masyarakat," katanya.

Rikwanto menuturkan pihaknya dan instansi terkait sudah melakukan pertemuan guna membahas pengamanan termasuk keberadaan tempat hiburan malam selama bulan puasa ini.

"Kami sudah mengundang dan memberitahukan ke mereka bagaimana selayaknya menghadapi ramadhan. Yang diundang adalah pengusaha dan juga elemen-elemen ormas. Pedomannya adalah Perda," kata Rikwanto.

Menurut Rikwanto, terkait penertiban tempat hiburan yang melanggar ketentuan jam operasional selama Ramadhan, teknisnya akan dilakukan oleh Pemda DKI dalam hal ini Satpol PP.

Namun, pihaknya, kata Rikwanto akan tetap membantu pengamanan saat penertiban itu dilakukan.

"Kita membantu pengamanan bilamana nanti terjadi tindak pidana dalam penertiban ini," kata Rikwanto.

Razia Miras

Sementara itu untuk menghindari aksi sweeping Ormas, Polda Metro Jaya juga akan melakukan penyisiran dan memantau peredaran minuman keras (miras) di sejumlah toko atau minimarket yang menjual miras di bulan Ramadhan ini.

Menurut Rikwanto hal itu dilakukan untuk menyikapi perizinan yang diberikan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) terkait penjualan, penggunaan dan penyimpanan miras.

"Terutama yang kita periksa dari segi perizinannya,'' kata Rikwanto.

Rikwanto mengakui maraknya peredaran minuman keras yang berkadar alkohol sampai 5 persen terjadi di beberapa minimarket dan supermarket.
Namun pihaknya tidak bisa begitu saja melakukan penyitaan miras tersebut.

"Perizinan miras dari Kemendag memiliki porsi yang berbeda-beda. Ada sebagian yang hanya diberikan izin untuk menyimpannya saja, ada sebagian yang hanya diizinkan untuk menjualnya saja tanpa menggunakan ditempat pembelian, bahkan ada yang ketiganya diperbolehkan," paparnya.

Sebelum melakukan penyisiran, kata Rikwanto, aparat kepolisian akan berkordinasi terlebih dahulu dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk mengamati lebih awal mengenai peredaran miras tanpa izin atau yang menyalahi izin.

"Penyisiran akan kita lakukan segera,'' kata Rikwanto.

Editor: Willy Widianto
Sumber: Warta Kota
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1954532 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas