• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 30 Juli 2014
Tribun Jakarta

Korban Diduga Bohong, Kapolres: Wajahnya Biru Dipukuli

Sabtu, 29 Juni 2013 09:42 WIB
Korban Diduga Bohong, Kapolres: Wajahnya Biru Dipukuli
Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terkait laporan dugaan pemerkosaan yang menimpa MC (33) seorang wartawati media nasional. Banyak kabar beredar bahwa korban berbohong menjadi korban perkosaan, diduga untuk menutupi affair dengan teman kerjanya.

Kapolres Jakarta Timur, Komisaris Besar Polisi Mulyadi Kaharni menuturkan, pihaknya masih terus mendalami hal tersebut.

"Masih terus kami selidiki. Kalau benar (berbohong) mukanya biru, lebam. Nggak mungkin nggak dipukulin," kata Mulyadi saat dihubungi Tribunnews.com, Sabtu (29/6/2013).

Saat ditanya lebih lanjut perihal apa saja bukti yang didapat mengarah pada perkosaan tersebut benar terjadi, misalnya noda sperma, Mulyadi enggan menjabarkannya.

"Visum sudah kami lakukan. Tapi belum keluar. Ada beberapa hal yang tidak bisa kami jelaskan," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, MC warga Kelapa Gading, Jakarta Utara diperkosa oleh pria tak dikenal, di sebuah gang di samping Halte Bus Pramuka, atau tepatnya di sebelah gedung Yayasan Kursus Bahasa (LIA) Matraman, Jakarta Timur, Kamis (20/6/2013) malam.

Kepala Satuan Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP M Saleh menuturkan, tak hanya diperkosa korban juga dianiaya hingga menyebabkan mukanya lebam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban yang baru saja pulang kerja dan tengah berjalan kaki di gang tersebut, tiba-tiba saja korban ditabrak dari depan oleh pelaku yang juga saat itu sedang berjalan kaki. Korban yang jatuh sempat berontak dan minta tolong, bahkan korban juga memukul pelaku.

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Johnson Simanjuntak
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
5 KOMENTAR
1964341 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas