Jumat, 21 November 2014
Tribun Jakarta

Haji Lulung, dari Tukang Sampah Sampai Jeep 'DKI 1 HL'

Minggu, 28 Juli 2013 15:58 WIB

Haji Lulung, dari Tukang Sampah Sampai Jeep 'DKI 1 HL'
Wartakota/Ahmad Sabran
Mobil Wrangler Hijau Milik Haji Lulung 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sosok Abraham Lunggana alias Haji Lulung mungkin tidak asing bagi warga Tanah Abang, Jakarta Pusat. Namun bagi warga DKI Jakarta lainnya, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mungkin baru terdengar.

Pasalnya, ia bersitegang dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terkait saling tuding masalah Pedagang Kaki Lima (PKL) di pusat grosir terbesar di Asia Tenggara itu. Meski sering disebut sebagai Preman, Lulung mengaku tidak senang dengan sebutan itu.

”Saya ini delapan bersaudara, pas bapak saya meninggal, ibu saya goreng telur dipotong delapan, saya nggak tega, akhirnya saya berhenti sekolah, saya jadi tukang sampah di Tanah Abang,” jelas Lulung.

Ia kemudian mengumpulkan uangnya dan belajar menjual barang bekas. Ia juga membantu pedagang-pedagang di Tanah Abang untuk membuat surat-surat kependudukan, dan akhirnya mengelola parkir dan keamanan.

”Coba tanya siapa saja di Tanah Abang, mana pernah Lulung memeras,” ujar kelahiran 24 Juli 1959. Lulung pun mendirikan Koperasi Bina Tanah Abang (KOBINA) sekitar tahun 1985. Ia menegaskan usahanya sama sekali tidak ada hubungannya dengan premanisme.

Lulung mendirikan PT Putraja Perkasa, PT Tujuh Fajar Gemilang, dan PT Satu Komando Nusantara yang bergerak di bidang jasa keamanan, kemudian PT Putraja Parking untuk operator parkir.

”Saya punya 7000 karyawan, masa dibilang preman, Allah yang berikan saya jalan, hingga bisa jadi Wakil Ketua DPRD,” jelasnya.

Perjalanan hidup Lulung pun membuat dirinya kaya raya dan masuk menjadi anggota legislatif di DKI. Selain memiliki sejumlah toko di Tanah Abang, sejumlah perusahaan, ia juga memiliki mobil mewah seharga miliaran rupiah. Pengamatan Warta Kota, pria bercambang panjang ini sejak sebulan lalu selalu memarkir kendaraannya di gedung DPRD DKI Jakarta.

Kendaraan Jeep Wrangler hijau itu selalu menarik perhatian siapa pun yang melewati area parkir DPRD DKI Jakarta. Pasalnya, plat nomor polisi keluaran Bali, menempel di bempernya. Nomor DK 11 HL yang angka pertamanya digeser dekat DK. Sehingga sering terbaca menjadi DKI 1 HL. Dua huruf terakhir menggambarkan nama sebutannya, Haji Lulung.

Editor: Willy Widianto
Sumber: Warta Kota

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas