• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 28 Juli 2014
Tribun Jakarta

Lurah Lenteng Agung 'Digoyang' Lagi Hari Ini

Rabu, 28 Agustus 2013 07:03 WIB
 Lurah Lenteng Agung 'Digoyang' Lagi Hari Ini
THE JAKARTA POST
Lurah Lenteng Agung Susan Jasmine Zulkifli (kanan)

Laporan wartawan Wartakotalive.com, Dwi Rizki Demo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Forum Penolak Penempatan Lurah Lenteng Agung berencana melanjutkan aksi unjuk rasa di Kantor Kelurahan Lenteng Agung, Rabu (28/8/2013) hari ini.

Unjuk rasa melanjutkan petisi penolakan atas menjabatnya Kepala Kelurahan Lenteng Agung Susan Jasmine Zulkifli, pada program lelang jabatan beberapa bulan lalu.

Menanggapi itu, Kepala Kelurahan Lenteng Agung Susan Jasmine Zulkifli mengungkapkan, dirinya tidak merasa khawatir dan gusar mengenai adanya aksi unjuk rasa yang dilakukan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (23/8/2013) lalu, dan demonstrasi susulan yang akan digelar hari ini.

Karena, menurut Susan, ia hanya menjalankan tugas dan perintah kerja sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Jakarta mengenai penempatan tugas hasil Lelang Jabatan sebelumnya.

"Namanya aspirasi, kami petugas pemerintahan tidak bisa melarang. Aspirasi mereka silakan saja, karena kan saya mendapatkan tugas dan kewajiban sesuai SK dari Gubernur DKI Jakarta langsung, jadi saya cuma menjalankan tugas," jelasnya saat ditemui Warta Kota (Tribun Network) di kantornya, Selasa (27/8/2013).

Walau begitu, lanjut Susan, sejak ia menjabat Kepala Kelurahan Lenteng Agung dua bulan lalu, tepatnya Juli 2013, ia tetap menjalankan tugas dan kewajiban sesuai amanat yang diberikan.

"Walaupun katanya banyak warga yang menolak dan tidak setuju, tapi sampai saya meninjau Posyandu kemarin, belum ada satu pun warga yang mengeluh pada saya langsung. Warga sepertinya baik-baik saja akan kehadiran saya," jelasnya.

Namun, dari dalam lubuk hatinya, Susan berharap semua warga bisa bersatu dan saling menghargai antar-sesama umat beragama. Dengan begitu, kerukunan dan ketentraman masyarakat dapat tercipta.

"Saya mau semuanya bisa hidup berdampingan dan kompak menjalin keberagaman, baik antar-warga maupun pejabat pemerintahan. Selain itu, agar seluruh fungsi pelayanan juga dapat berjalan profesional," harapnya. (*)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
11 KOMENTAR
2212962 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • radikha ikhwanul fiaz-Rabu, 28 Agustus 2013 Laporkan
    berpikirlah positif jangan mengedepankan SARA sosok pimpinan itu bukan dilihat dari salah satu agama tertentu, tetapi pimpinan itu yang bisa mengakomodir semua warganya dan tentunya bersih dan berprestasi, jangan jadi warga yang menganut faham ortodok.
  • olala kita-Rabu, 28 Agustus 2013 Laporkan
    kapan majunya Indonesia ini kl tetap terus melihat perbedaan agama terlalu kerdil bangsa ini gara2 beda agama Lurah Lenteng Agung ditolak.. dasar manusia kerdil mrk yg menolak itu, dari dulu perbedaan agama terjadi jadi jangan munafik dan sok pamor dg men
  • Hermansyah Dafri-Rabu, 28 Agustus 2013 Laporkan
    Sdh pasti ada Provokatornya, slagi yg mnjabat msh mlaksanakan tugas dgn batas2 yg wajar mstahil warga Demo menolak .
  • Donny HS-Rabu, 28 Agustus 2013 Laporkan
    Ketahuannya belangnya masyarakat Indonesia, masih banyak yg sara. Mereka sudah kumpulin tandatangan dan sekarang demo hanya karena hal sederhana Kepala Lurah berbeda agama, tanpa melihat kompentensi, kinerja, dan prestasi. Benar-benar KONYOL!
  • Huahua Haanara-Rabu, 28 Agustus 2013 Laporkan
    diskriminasi ras dan agama sudah tll umum n biasa terjadi di indonesia. bhinneka tunggal ika = TAIK. bangsa sampah, munafik.
  • Sudibyo Aries-Rabu, 28 Agustus 2013 Laporkan
    jaman sekarang demo yang murni jarang terjadi. cari makan aja susah, kok sempat2nya demo. pak apartat tolong diperiksa satu2, benar ga demo mereka. bisa lewat ktp dan asal muasal mereka.
  • Sudibyo Aries-Rabu, 28 Agustus 2013 Laporkan
    jaman sekarang demo yang murni jarang terjadi. cari makan aja susah, kok sempat2nya demo. pak apartat tolong diperiksa satu2, benar ga demo mereka. bisa lewat ktp dan asal muasal mereka.
  • Sudibyo Aries-Rabu, 28 Agustus 2013 Laporkan
    jaman sekarang demo yang murni jarang terjadi. cari makan aja susah, kok sempat2nya demo. pak apartat tolong diperiksa satu2, benar ga demo mereka. bisa lewat ktp dan asal muasal mereka.
  • Sudibyo Aries-Rabu, 28 Agustus 2013 Laporkan
    jaman sekarang demo yang murni jarang terjadi. cari makan aja susah, kok sempat2nya demo. pak apartat tolong diperiksa satu2, benar ga demo mereka. bisa lewat ktp dan asal muasal mereka.
  • Sudibyo Aries-Rabu, 28 Agustus 2013 Laporkan
    jaman sekarang demo yang murni jarang terjadi. cari makan aja susah, kok sempat2nya demo. pak apartat tolong diperiksa satu2, benar ga demo mereka. bisa lewat ktp dan asal muasal mereka.
  • Wahyu Wijayanto-Rabu, 28 Agustus 2013 Laporkan
    Orang-orang kerdil! Sekali-kali yang demo diperiksa KTPnya, siapa tahu bukan warga Lenteng Agung, tapi orang-orang bayaran... Dan kalau orang-orang bayaran berarti ada backing-nya, siapa tuh.....???
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas