• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 20 Oktober 2014
Tribun Jakarta

Dul Diselamatkan Airbag

Selasa, 10 September 2013 08:47 WIB
Dul Diselamatkan Airbag
ISTIMEWA
Dul dalam perawatan di RSPI Jakarta. 

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Putra bungsu musisi Ahmad Dhani, Ahmad Abdul Qodir Jaelan alias Dul (13), lolos dari maut tragedi kecelakaan beruntun di Tol Jagorawi KM 8 pukul 00.45 WIB, Minggu (8/9), berkat airbag.

Dul yang mengalami patah tulang kaki, rusuk dan tulang panggul, diyakini tewas bersama enam orang lainnya yang terlibat kecelakaan maut ini, apabila airbag sedan Lancer Evo yang dikendarainya tak mengembang mungkin. "Kalau tak ada airbag sudah selesai itu," tutur Kanit Laka Polres Jakarta Timur, AKP Agung B Leksono di Mapolres Jakarta Timur, Senin (9/9).

Agung mengungkapkan, sabuk pengaman dan airbag mobil 2.000 cc yang dikemudikan Dul berfungsi, sehingga saat benturan terjadi sabuk pengaman langsung mengencang, sekaligus menyelamatkan Dul dalam mobil yang mengalami rusak berat itu.

"Waktu evakuasi lumayan susah, karena Dul dan temannya kan tersangkut di mobil," jelasnya. Ketika melanting melewati rail guard, kecepatan mobil Dul diperkirakan mencapai 105,8 km per jam. Begitu terhenti, spedometer mobil menunjukkan angka 82 km per jam.

"Ketinggian rail guard hanya setengah meter, kambing saja bisa lompat, apalagi mobil kecepatan tinggi 2.000 cc," jelas AKP Agung.
Mobil yang dihantam mobil Dul, Daihatsu Gran Max, berisi 13 orang. Mobil itu sudah dimodifikasi sehingga bisa diisi lebih banyak penumpang. Mobil naas itu berhenti saat speedometernya menunjukkan angka 78 km per jam.

"Diperkirakan kecepatannya lebih dari 80 km per jam, kencang juga, apalagi isinya full. Harusnya isinya sembilan orang, tapi diisi 13 orang," kata AKP Agung.
Meski begitu, saat tim gabungan yang menyelidiki jejak ban di aspal dari mobil Dul, kemarin, belum dapat menyimpulkan apapun, termasuk kecepatan mobil yang dikendarai Dul.

Menurut Kasubdit Penegakkan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Hindarsono, jejak ban yang diduga mobil Dul sempat nge-drift sebelum menabrak pembatas tol.

"Kendaraan di TKP itu kan ada satu jejak roda. Makanya, kami nggak bisa berbicara, karena tim, saksi ahli ini lagi bekerja. Mengapa hanya ada (jejak) satu roda, apa itu jejak roda kiri atau kanan, kami nggak tahu. Mengenai berapa kecepatannya, kami juga belum tahu. Kami nggak bisa berasumsi, karena proses kasus masih berjalan," tegasnya.

Secara kasat mata, kata AKBP Hindarsono, ban mobil Lancer tampak tipis. Tipisnya ban itu justru diduga sebagai pemicu awal kecelakaan. Meski begitu, petugas belum bisa mengambil kesimpulan apapun dan lebih menunggu hasil kerja saksi ahli dari Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Mitsubishi.

"Tipis bukan berrati kembangnya aus. Tapi, tampak tipis secara statis. Itu akan kami pertanyakan, apakah memang ban standar mobilnya seperti itu atau bukan," tutur Hindarsono.

Kepolisian juga berharap dapat info tentang keaslian dan standar tidaknya ban yang digunakan di mobil Dul. "Kami akan panggil tim ATPM dari Mitsubishi untuk hal itu. Juga, tim ATPM dari Grand Max yang ditabrak Lancer, akan kami mintai pendapat dan keterangannya soal hal lain," ujarnya.

Selain itu, tim Traffic Accident Analys Korlantas Mabes Polri juga diturunkan ke loasi kejadian untuk menelusuri tingkat kecepatan kendaraan Lancer Dul. "Berapa kecepatannya, kenapa bisa  tabrak pembatas dan ke jalur sebelahnya, akan dilihat dan diketahui nanti saat tim TAA melakukan pemeriksaan," pungkasnya.

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Rachmat Hidayat
3 KOMENTAR
2266602 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Muzakki Hidayat-Selasa, 10 September 2013 Laporkan
    Saya sangat yakin bagi anak orang ber-Uang pasti hukumannya seringan mungkin. Coba yang nabrak anak orang melarat, pasti sudah disiapkan pasal berlapis. Kalo yang mati 6 orang lalu pasal yang disiapkan hanya mengancam 6 tahun, berarti rata-rata 1 arwah ha
  • Toni Kurniawan-Selasa, 10 September 2013 Laporkan
    mana ada 105,8 km perjam bisa berakibat fatal kaya gitu, lu kira semua orang oon kli bisa dikibulin.klo dah fatal gitu untuk standar lancer evo X pasti kecepatannya diatas 180 km/jam bisa jadi tembus 200 km/jam.
  • pinem balu-Selasa, 10 September 2013 Laporkan
    utk polisi...kalo sdh menyelidiki tkp dan kasusnya...hasilnya harus sesuai dgn hukumannya...jgn sdh repot2 ehh..tahu2 gak ada apa2..hilang tak berbekas
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas