• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 30 Agustus 2014
Tribun Jakarta

Polisi Dalami Keterkaitan Penjual Kopi yang Disekap dengan Jaringan Narkoba

Rabu, 18 September 2013 11:43 WIB
Polisi Dalami Keterkaitan Penjual Kopi yang Disekap dengan Jaringan Narkoba
Warta Kota/Feryanto Hadi
Inilah rumah bedeng tempat penyekapan wanita pedagang minuman yang letaknya tak jauh dari Pintu Tol Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Hernawati (46) dianiaya dan disekap sekelompok preman karena dia tidak maumemberikan uang Rp 100 ribu yang diminta para pelaku. Foto dibuat Senin (16/9/2013). (Warta Kota/feryanto hadi) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polres Metro Jakarta Barat mendalami informasi keterlibatan Hernawati (46) seorang penjual kopi yang menjadi korban penyekapan dan penganiayaan dalam kasus jual beli narkoba.

Informasi masyarakat menyebutkan bahwa Hernawati dikenal sebgai kurir narkoba jenis sabu.

Kepala Bagian Humas Polres Jakarta Barat Kompol Herru Julianto mengungkapkan bahwa pengakuan korban penyekapan dan penganiayaan tersebut peristiwa terjadi karena terkait masalah pemerasan uang sebesar Rp 100 ribu.

"Ini perlu didalami lagi kadang- kadang pelaku biasanya membela diri. Ini akan didalami lagi arahnya ke sana atau tidak," kata Herru saat ditemui di Mapolres Jakarta Barat, Rabu (18/9/2013).

Dikatakan Herru berdasarkan pengakuan Henok (45) seorang pelaku penganiayaan pedagang kopi tersebut, bahwa Hernawati menjual sabu palsu kepada S yang saat ini masih buron.

Hasil penyelidikan sementara polisi saat ini penyekapan dan penyiksaan itu belum ada kaitannya dengan jual beli sabu.

"Hasil pemeriksaan belum ada kaitannya dengan narkoba. Tapi kalau pelaku bilang iya penjual sabu, tapi ini masih didalami. Apakah ibu ini ada kaitannya dengan narkoba," katanya.

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Willy Widianto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
2299652 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas