• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 26 Oktober 2014
Tribun Jakarta

Lurah Susan Jasmine: Tolong Beri Saya Kesempatan Bekerja

Rabu, 25 September 2013 12:55 WIB
Lurah Susan Jasmine: Tolong Beri Saya Kesempatan Bekerja
Tribunnews.com/Bahri Kurniawan
Lurah Lenteng Agung Susan Jasmine Zulkifli 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Bahri Kurniawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lurah Lenteng Agung Susan Jasmine Zulkifli berharap, dirinya diberikan kesempatan untuk menunjukkan kinerja positif  kepada masyarakat.

Harapan tersebut, ia tujukan kepada pihak maupun warga yang menolak dirinya menjadi Lurah Lenteng Agung.

"Janganlah (saya) didemo, saya kan bekerja disini. Kasih saya kesempatan untuk bekerja. Kasih saya waktu, agar bisa menunjukkan bahwa saya bisa kerja," ujar Susan, saat ditemui di kantornya, Rabu (25/9/2013).

Susan juga menuturkan, tak bisa berbuat apa-apa terkait adanya surat dari pihak-pihak tertentu kepada Gubernur DKI Joko Widodo agar dirinnya dimutasikan.

Terkait Gubernur Jokowi yang tetap mempertahankan dirinya sebagai Lurah Lenteng Agung, Susan juga enggan memberikan komentar.

Sebagai seorang bawahan dari Pemprov DKI Jakarta, Susan menyebut dirinya hanya bisa bekerja secara baik dan menerima perintah yang diberikan kepadanya. "Saya di sini bawahan, ya ikut apa kata atasan," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, sekelompok orang kembali menggelar aksi menolak penempatan Susan Jasmine Zulkifli sebagai Lurah Lenteng Agung, di depan Kantor Kelurahan Lenteng Agung, Rabu (25/9/2013).

Pantauan Tribunnews.com, massa aksi juga menggelar aksi tanda tangan dengan membentangkan kain putih sepanjang 50 meter sebagai bukti penolakan warga terhadap Lurah Susan.

Massa juga membawa bendera kuning, sebagai simbolisasi matinya hati nurani Pemprov DKI Jakarta yang tidak mendengarkan tuntutan mereka.

Penulis: Bahri Kurniawan
Editor: Reza Gunadha
6 KOMENTAR
2325782 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Djoko Iswadi-Sabtu, 28 September 2013 Laporkan
    Rupanya Politisi di DKI,kurang mensosialisasikan "High Politics" ke warganya (warga DKI).Hayo para Polticians,sebarkan "High Politics",hingga terasa sejuk dan nyaman DKI ini.
  • Setan Iblis-Jumat, 27 September 2013 Laporkan
    APA2 DEMO,DEMO JG ADA YG MENDANA IN,SALAH KAPRAH,SI PION GAMAWAN PAUZE, KUMIS CUKUR SENIN UPACARA KUMIS MU HRS SDH BERSIH TAU
  • Bli Nuryasa-Kamis, 26 September 2013 Laporkan
    wooooooooooooo
    negara INDONESIA BUKAN NEGARA AGAMA CUYyyyyyyyyyyyyyyyyyyyy....
    INDONESIA Negara DEMOKRASI,, jangan agama dipakai tameng Untuk melakukan Penolakan.
    Jadikanlah AGAMA Itu sebagai Pemersatu anak bangsa.
    Para PAHLAWAN yg pendahulu saja tidak mementingkan agama dalam memperjuangkan KEMERDEKAAN INDONESIA KENAPA KITA yg sekarang ini HANYA.....hanya hanya Mengisi Kemerdekaan yg sudah diwariskan nenek moyang kita mementingkan agama.. Coba kita berpikir jernih.........jangan mau terhasut oleh NASI BUNGKUS!!!!!!!!!!!!

    MERDEKA KEBEBASAN.......
  • danie-Rabu, 25 September 2013 Laporkan
    warga LA hanya bisanya bawa demo bayaran ini pasti ada sesuatu ,,,,???
  • Harry wijaya-Rabu, 25 September 2013 Laporkan
    Pendemo berkedok agama so suci berjubah pdhal isi hati ama otaknya penuh kemunafikan! Paling jg demo demi nasi bungkus.
  • Kopet comro-Rabu, 25 September 2013 Laporkan
    Ini pasti di bekingi ama fpi cancok
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas