Agustinus Worowuli Masih Bertahan di Papan Reklame

Agustinus juga membentangkan bendera merah putih dan sehelai kain lebar warna putih.

Agustinus Worowuli Masih Bertahan di Papan Reklame
TRIBUN JAKARTA/BAHRI KURNIAWAN
Agustinus Worowuli memanjat papan billboard di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, tepatnya di dekat lampu merah Point Square, Selasa (8/10/2013). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Dwi Rizki

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Agustinus Worowuli (50) masih bertahan di atas papan reklame, di depan gedung pusat perbelanjaan Point Square, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (9/10/2013).

Warga asal Nusa Tenggara Timur (NTT), sebelumnya melemparkan sebungkus plastik yang berisi tiga surat berisi permintaannya agar Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) datang menemuinya; membebaskan ketiga rekannya yang masih menjalani masa tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba, Jakarta Pusat; dan meminta agar istrinya jangan diteror.

Agustinus juga membentangkan bendera merah putih dan sehelai kain lebar warna putih. Aksinya membuat arus lalu lintas di Jalan Raya TB simatupang menjadi tersendat, karena banyaknya pengendara kendaraan bermotor yang melambatkan lajunya, untuk melihat aksi Agustinus.

Sementara, Kapolsek Cilandak Kompol HM Sungkono mengatakan, permintaan Agustinus bermacam-macam dan sudah diamini petugas.

Petugas pemadam kebakaran, juga sudah membujuk dan berusaha memanjat papan reklame. Namun, pria berkulit hitam masih menolak dijemput.

"Sudah dari jam 10 kemarin, Selasa (8/10/2013) dia (Agustinus) naik, tapi sampai sekarang belum juga mau turun," jelasnya.

Sungkono menambahkan, pihaknya akan terus memonitor kegiatan pria tersebut, yakni dengan menugaskan dua petugas yang tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).

"Satu berpakaian preman, satu lagi berpakaian dinas. Kalau turun langsung kami amankan," ucapnya.

Agustinus juga pernah melakukan aksi serupa pada 31 Januari 2013. Kala itu, ia bertahan sekitar 15 jam di atas tower Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi (SUTET) dengan ketinggian 27 meter, di flyover Senayan arah Plaza Semanggi, Jakarta Pusat.

Saat itu, aksi nekatnya merupakan wujud kekecewaannya terhadap penegakkan hukum di Tanah Air. Ia meminta agar tiga rekannya asal NTT yang mendekam di Rutan Salemba atas kasus penyerobotan lahan di Surabaya, segera dibebaskan. (*)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help