• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Tribun Jakarta

Underpass Tambun Telan Biaya Rp 20 M

Rabu, 9 Oktober 2013 18:45 WIB
Underpass Tambun Telan Biaya Rp 20 M
Warta Kota/Alex Suban
Satu jalur jalan dan terowongan (underpass) Cibubur, Jakarta Timur, siap digunakan, Kamis (5/9/2013). Rencananya, jalan ini akan dioperasikan pada bulan ini untuk menampung ramainya kendaraan yang memasuki tol Jagorawi dari arah Jalan Raya Transyogi. Underpass Cibubur ini dibangun sejak tahun 2011 dengan dana Rp 97,5 miliar. (Warta Kota/alex suban) 

Laporan Wartawan Warta Kota,  Ichwan Chasani

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi akan membebaskan lahan seluas 1,2 hektar untuk pembangunan underpass (jalan bawah tanah) dan fly over (jalan layang) di Simpang Jalan Raya Mekarsari, Mangun Jaya, Tambun Selatan.

Rencana itu sedianya dilakukan tahun depan dan menelan biaya sebesar Rp 20 miliar. Hal itu terungkap dalam rapat pembahasan Pra APBD 2014 yang digelar DPRD Kabupaten Bekasi dengan Tim Anggaran Pemkab Bekasi, Rabu (9/10/2013).

“Agenda pembebasan lahan itu baru perencanaan. Sebelum masuk pembahasan APBD, diinventarisir dulu kegiatan apa saja yang akan dilakukan tahun depan, salah satunya pembebasan lahan itu,” ungkap Wakil Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bekasi, Taih Minarno, usai rapat koordinasi, Rabu (9/10/2013).

Taih menyatakan bahwa pembahasan anggaran APBD 2014 bersama Tim Anggaran Pemkab Bekasi, baru akan dilaksanakan pada akhir Oktober 2013 dan ditargetkan rampung akhir November 2013. “Kami tidak ingin menghambat rencana pembebasan lahan itu, sehingga pada Januari 2014 nanti, kegiatan pembebasan lahan itu sudah bisa dimulai,” imbuhnya.

Menurut Taih, rencana pembangunan uderpass dan fly over itu sudah terdengar sejak tahun 2001 silam, namun hingga kini rencana tersebut belum bisa diwujudkan. Pembangunan underpass dan fly over itu akan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan sumber dana pembangunan berasal dari pinjaman Jepang kepada pemerintah pusat senilai sekitar Rp62 miliar.

Kabid Perencanaan dan Fisik Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi E.Y Taufik membenarkan kebutuhan lahan seluas 1,2 hektar untuk keperluan pembangunan underpass dan fly over itu. ”Untuk pembebasan lahan seluas 1,2 hektar itu, Pemkab Bekasi membutuhkan anggaran sekitar Rp 20 miliar,” ungkapnya.

Usulan kegiatan pembebasan lahan itu, kata Taufik, sudah dicantumkan dalam draf rencana kegiatan APBD 2014. Underpass Tambun ini akan berada di bawah lintasan rel kereta api dekat Stasiun Tambun. Pendataan dan pengkajian titik lahan mana saja yang akan dibebaskan, kata dia, masih terus dilakukan agar pembebasan lahan itu tidak bermasalah.

“Detail Enginering Design (DED) Underpass Tambun itu juga telah disetujui Kementerian Pekerjaan Umum dan segera dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Pembangunannya masih menunggu pembebasan lahan selesai,” ujarnya.

Kepala Bappeda Kabupaten Bekasi, Selamet Supriyadi menambahkan bahwa pemerintah pusat juga mengkaji pembangunan jembatan layang (fly over) Tambun sepanjang 1,5 kilometer untuk mengurai kemacetan yang terjadi di beberapa titik di sepanjang Jalan Hasanudin, dan Jalan Mekar Sari, Tambun. “Tapi yang akan dibangun lebih dulu adalah underpass,” tuturnya.

Dia menggambarkan, jika pintu perlintasan kereta api ditutup lima menit saja pada jam-jam sibuk seperti pagi dan sore hari, maka antrean kendaraan di kedua ruas jalan tersebut bisa mencapai satu kilometer. Keberadaan underpass dan fly over itu bakal menjadi alternatif mengatasi kemacetan.

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Sumber: Warta Kota
0 KOMENTAR
2384442 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas