• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Tribun Jakarta

Untuk Pejabat Eselon 1 BPK, Keseharian Gatot Cukup Sederhana

Senin, 14 Oktober 2013 00:46 WIB
Untuk Pejabat Eselon 1 BPK, Keseharian Gatot Cukup Sederhana
Tribunnews.com/Nurmulia Rekso Purnomo
Kediaman Auditor Utama BPK RI Gatot Supiartono, di kawasan Penggilingan, Jakarta Timur, Minggu (13/10/2013). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Auditor Utama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Gatot Supiartono, dikenal sebagai sosok yang sederhana di lingkungan tempat tinggalnya di perumahan Taman Pulo Indah (TPI), Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur.

Walaupun ia merupakan pejabat eselon 1, namun hal itu tidak tampak dari keseharian Gatot.

Rumah Gatot di perumahan itu merupakan rumah satu lantai, dengan luas sektar 150 meter persegi. Di rumah itu tidak ada garasi, hanya halaman rumah yang diberi atap untuk melindungi satu unit mobil yang diparkir.

Pantauan TRIBUNnews.com, rumah satu lantai itu nampak sepi. Sebuah koran langganan Gatot tampak masih tergeletak di halaman rumah itu. Di kediaman Gatot juga tampak sebuah sepedamotor Honda Supra X 125 D masih terparkir. Beberapa kali TRIBUNnews.com mencoba menyapa penghuni rumah, namun tak sekalipun mendapat jawaban.

Alex, salah seorang petugas keamanan setempat mengatakan sudah sejak beberapa hari terakhir kediaman Gatot nampak sepi.

Nisarudin, yang juga merupakan petugas keamanan di wilayah itu menuturkan Gatot sudah tinggal dari belasan tahun lalu. Saat ia pertama kali bertugas di wilayah itu pada tahun 2001 lalu Gatot sudah tercatat sebagai warga, bersama istri dan anak laki-lakinya.

Setiap harinya Gatot yang diduga merupakan suami siri korban pembunuhan Holly Anggelina itu berangkat kerja sekitar pukul 06:30 WIB, dan jam pulangnnya tak menentu, terkadang pulang pukul 19:30 WIB dan terkadang hingga di atas pukul 21:00 WIB. Setiap akhir pekan, Gatot hampir pasti berada di rumahnya, dengan hanya mengenakan celana pendek dan peci hitam.

"Kalau dia (Gatot) lagi di rumah, setiap shalat pasti ke masjid bareng anak sama istrinya," ujarnya.

Nisarudin yang akrab dipanggil Ncang itu lebih lanjut menjelaskan, bahwa keluarga Gatot hanya memiliki satu unit mobil, yakni sebuah Toyota Inova yang kerap digunakan istri Gatot. Sementara Gatot selalu mengendarai Toyota Altis kendaran dinas BPK.

Pertama kali Ncan menyadari bahwa Gatot adalah orang penting adalah ketika beberapa bulan lalu Gatot menggelar pesta khitanan putra semata wayangnya. Ncan mengingat sehari sebelum pesta khitanan itu digelar datang sejumlah petugas dari Dinas Kebersihan DKI Jakarta yang membersihkan jalan dari pintu utama perumahan menuju kediaman Gatot. Bahkan sebuah lahan kosong yang terdapat tak jauh dari kediaman Gatot juga ikut dibereskan.

Ketika pesta khitanan itu digelar kata dia banyak petugas Polri yang merapat ke perumahan itu untuk membantu pengamanan resepsi, termasuk anggota Polisi Lalu Lintas yang bersiaga di sejumlah titik menuju perumahan tersebut. Untuk mengatur parkir para tamu undangan di perumahan itu, terdapat sejumlah petugas keamanan BPK pusat.

Saking megahnya perhelatan itu bahkan pihak penyelenggara sampai menyewa sekitar tiga mobil toilet portable.

Tamu yang datang kata Ncan cukup banyak, dan rata-rata mengendarai mobil mewah. Sejumlah jalanan perumahan di dekat kediaman Gatot bahkan terpaksa dijadikan areal parkir.

"Ada tamunya yang datang naik mobil (berplat) RI 9, itu mobil dikawal Polisi dengan Sirine," ujarnya.

RI 9 sendiri adalah mobil dinas ketua BPK RI yang dijabat Hadi Purnomo. Ketua BPK sendiri saat awal kasus pembunuhan Holly mencuat sempat dikonfirmasi mengenai keterlibatan Gatot.

Ncan mengaku baru benar-benar yakin Gatot adalah pejabat penting di BPK saat ia membaca pemberitaan di media masa. Ia pun sempat tidak percaya laki-laki yang ia kenal suka bertegur sapa dengan petugas keamanan perumahan itu adalah pejabat eselon 1.

Ncan bahkan sempat dituduh berbohong, saat ia menunjukkan kediaman Gatot kepada sejumlah kru salah satu stasiun televisi swasta yang hendak meliput kediaman Gatot. Kata Ncan para jurnalis tersebut langsung tidak percaya ketika ia menunjukkan rumah yang tampak terlalu sederhana untuk seorang pejabat eselon 1 BPK RI.

Berdasarkan penelusuran TRIBUNnews.com, Gatot sebenarnya memiliki jatah rumah dinas di Komplek Perumahan BPK di kelurahan Joglo, kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. Rumah dinas Gatot tampak jauh lebih mewah dibandingkan rumah Gatot di kelurahan Penggilingan. Rumah dinas itu terdiri dari dua lantai dan memiliki luas sekitar 250 meter persegi. Namun entah kenapa Gatot sama sekali tidak pernah memanfaatkan rumah dinas itu.

Ketua RT 01 RW 18, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Bambang Sulityono, kepada wartawan menyebutkan bahwa Gatot Supiartono adalah warganya.

Kata Bambang, pada hari Kamis lalu (10/10), ia disambangi petugas dari Polda Metro Jaya yang menitipkan surat panggilan untuk Gatot. Menurut Bambang sang petugas Polri itu sudah sempat menyambangi kediaman Gatot namun tak berhasil bertemu laki-laki yang diduga sebagai suami siri Holly Angela, korban penganiaan hingga tewas di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.

"Surat itu tadi pagi sudah diambil orang suruhan pak Gatot. Orang itu bilang pak Gatot sudah tahu hari Rabu nanti dia akan diperiksa Polisi," ujarnya.

Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo
Editor: sanusi
0 KOMENTAR
2400682 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas