Komplotan Penipu Mengaku Kapolsek Cari Mangsa dari Berita Media Online

Komplotan penipuan dan penggelapan bermodus mengaku pejabat Polri

Komplotan Penipu Mengaku Kapolsek Cari Mangsa dari Berita Media Online
Theresia Felisiani/Tribunnews.com
Komplotan penipu mengaku kapolsek cari mangsa lewat media online 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komplotan penipuan dan penggelapan bermodus mengaku pejabat Polri, Kapolsek Medan Area ternyata mencari korbannya melalui pemberitaan di media massa online.

Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Iptu Agus Sobarna Praja mengatakan komplotan penipu ini mencari mangsa dari sebuah media online di Medan.

Kemudian saat tersangka mencari berita di internet, ada berita mengenai Polsek Medan Area menangkap pelaku judi togel atas nama Faisal alias Gendut yang saat ini ditahan di Polsek Medan Area.

"Lalu tersangka menelpon 108, bagian penerangan telkom untuk mengetahui nomot telpon keluarga faisal kemudian didapatlah nomot telpon rumah Faisal," ujar Agus, Jumat (13/12/2013) di Mapolda Metro Jaya.

Setelah itu tersangka menghubungi telpon rumah Faisal dan mengatakan "saya anggota Polsek Medan area, Kapolsek saya akan minta bicara sama ibu Juliani (korban).

Lalu ada tersangka D alias B yang kini masih buron berpura-pura menjadi Kapolsek Medan area, meminta uang Rp 20 juta untuk membebaskan Faisal.

Setelah menerima telpon itu, korban mencari uang untuk menebus suaminya dan didapat uang Rp 19.500.000, korban lalu menghubungi tersangka. Dan tersangka memerintahkan korban mentranfer ke rekening tersangka.

"Setelah ditranfer, tersangka kembali telpon korban dan meminta uang lagi. Karena merasa curiga, korban konfirmasi ke Polsek, dari polsek mengatakan tidak pernah meminta uang tersebut," tegas Agus.

Agus menambahkan korban mempercayai komplotan tersebut karena pasca penangkapan Faisal dan kepolisian melakukan rilis ke awak media, pelaku menelpon keluarga Faisal masih dalam hitungan 1x24 jam.

"Dari polsek sudah dicek, dan sama sekali anggota kami tidak ada yang terlibat. Komplotan pelaku menjelaskan detai soal kasus karena membaca dari media sehingga seolah-olah anggota, dan korban makin percaya," katanya.

Halaman
12
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help