• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 30 Oktober 2014
Tribun Jakarta

Wasekjen Gerindra: Banjir Jakarta Karena Sampah Menumpuk

Senin, 20 Januari 2014 09:42 WIB
Wasekjen Gerindra: Banjir Jakarta Karena Sampah Menumpuk
Warta Kota/Adhy Kelana
Depo dan stasiun Tana Abang terendam air akibat sungai banjir kanal barat meluap, Sabtu (18/1/2014). Keadaan ini sempat membuat aktivitas kereta api sempat berhenti. (Warta Kota/Adhy Kelana)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Sekjen Gerindra yang juga calon legislatif (caleg) DPR RI Partai Gerindra no urut 1 dari daerah pemilihan Jakarta III, Aryo P.S Djojohadikusumo mengatakan, banjir yang terjadi setiap tahun di DKI Jakarta kebanyakn disebabkan oleh sampah yang menumpuk di berbagai tempat.

Sampah yang menumpuk tersebut disebabkan oleh masyarakat yang belum sadar akan kebersihan dan pemerintah yang tidak tegas memberi sanksi pada masyarakat yang membuang sampah sembarangan.

"Masalah sampah selalu menjadi perkara klasik dan laten di Jakarta. Klasik, selama berpuluh-puluh tahun masalah sampah belum dapat dituntaskan secara optimal. Disebut laten, sebab dampak dari sampah bisa mengakibatkan penyakit, polusi, maupun banjir," ujar Aryo disela-sela kerja bakti membersihkan sampah di 470 RW yang menyebar di Jakarta Barat, dalam rilisnya kepada Tribun kemarin, Minggu (17/1/2014).

Menurutnya, antisipasi terhadap masalah sampah selalu terlambat. Pada Januari 2013, volume sampah yang menyebabkan bencana banjir di Jakarta saat itu mencapai 8.609 ton. Meski Pemprov DKI Jakarta telah mengerahkan seluruh perangkatnya, namun butuh beberapa hari untuk membersihkan sampah pasca banjir.

"Bila tumpukan sampah dibiarkan terlalu lama, dampaknya akan lebih sulit dikendalikan. Tersumbatnya saluran udara, polusi udara, munculnya penyakit atau virus dan terganggunya aktivitas masyarakat,” terang Aryo yang juga keponakan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto

Karena itu, Aryo menginisiasi ‘Gerakan Sapu Bersih' yang dikemas dalam kegiatan kerja bakti ini digelar serentak di 470 RW dari 500 yang direncanakan.

"Di beberapa RW tidak bisa dilaksanakan, karena genangan banjir yang masih terlalu tinggi. Tiap RW sekitar 100 orang yang terlibat dalam kegiatan ini, bersama dengan aparatur pemerintah dan tokoh masyarakat setempat," kata Aryo.

Melalui ‘Gerakan Sapu Bersih’,lanjut Aryo, diharapkan bisa membangun kebersamaan sekaligus kepedulian warga Jakarta terhadap lingkungannya.

"Dengan musibah banjir ini mudah-mudahan kita bisa bangun kebersamaan dan kepedulian kepada sesama, terutama bagi korban banjir sekaligus mengantisipasi dampak dari banjir," tutur Aryo.

Aryo berharap, kampanye ‘Gerakan Sapu Bersih’  ini dapat menggugah kesadaran warga dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.

"Kampanye Gerakan Sapu Bersih akan kita gemakan menjadi tradisi bersama  agar warga lebih peka, peduli terhadap lingkungannya. Sesuai dengan semangat perjuangan Partai Gerindra, mengurai yang kusut, membersihkan yang kotor, meluruskan yang bengkok dan memastikan seluruh warga negara mendapatkan haknya," tandasnya.

Editor: Rachmat Hidayat
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas