Banjir Jakarta

Warga Jakarta Mulai Ragukan Kinerja Jokowi Atasi Banjir dan Macet

Banjir dan kemacetan parah yang terjadi di Jakarta membuat warga Jakarta mulai meragukan kinerja Gubernur DKI Jokowi

Warga Jakarta Mulai Ragukan Kinerja Jokowi Atasi Banjir dan Macet
Warta Kota/Nur Ichsan
NORMALISASI KALI CISADANE - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur Banten, Rano Karno, Walikota Tangerang, Arief Wismansyah dan Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, sekaligus melihat dari dekat kondisi ketinggian air di Bendung Pasar Baru Pintu 10 , yang tengah meluap, Sabtu (25/1). Pada pertemuan tersebut, para kepala daerah ini sepakat melakukan normalisasi Kali Cisadane untuk mencegah banjir di ibukota serta menolak proyek sodetan. (Warta Kota/nur ichsan)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banjir dan kemacetan parah yang terjadi di Jakarta membuat warga Jakarta mulai meragukan kinerja Gubernur DKI Jokowi membenahi masalah ibukota.

Peneliti senior Lembaga Survei Nasional (LSN), Dipa Pradipta, mengatakan kinerja Jokowi sebagai orang nomor satu di Jakarta dalam kurun waktu 16 bulan belum menunjukkan sinyal yang jelas mau dibawa kemana keadaan Jakarta.

"Keadaan sekarang lebih buruk dibanding tahun lalu. Merosotnya kinerja Jokowi dalam berbagai bidang, membuat persentase warga Jakarta yang puas akan kinerja Jokowi menurun signifikan," kata Dipa di hotel Atlet Century, Minggu (9/2/2014).

"Banjir dan macet parah membangunkan kesadaran sebagian warga Jakarta yang setahun lebih dibuai popularitas Jokowi. Publik DKI mulai meragukan Jokowi atasi masalah ibukota," cetusnya lagi.

Sedangkan penelitii LSN lainnya, Gema Nusantara, mengungkapkan saat ini hanya 24,8 persen saja warga Jakarta yang puas kinerja Jokowi menangani banjir. Kemudian untuk masalah kemacetan, hanya 34,6 persen responden yang mengaku puas kinerja Jokowi.

"Publik DKI mulai pesimis kemampuan Jokowi atasi kemacetan ibukota. Publik DKI juga mulai ragu Jokowi mampu atasi masalah banjir di ibukota," tandasnya.

Adapun survei yang dilakukan LSN dilaksakan dari tanggal 10-26 Januari 2014. Survei dilakukan di lima wilayah kotamadya DKI Jakarta. Responden dalam survei tersebut sebanyak 790 orang, berusia minimal 17 tahun atau kurang dari 17 tahun tetapi sudah menikah.

Sampel diambil secara multistage random sampling, dengan margin of error 3,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik wawancara tatap muka dengan responden dengan berpedoman quesioner.

Penulis: Danang Setiaji Prabowo
Editor: Gusti Sawabi
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved