• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 Juli 2014
Tribun Jakarta

Proyek Bus Bermasalah Cerminkan Jokowi Belum Kuasai Jakarta

Senin, 10 Maret 2014 23:53 WIB
Proyek Bus Bermasalah Cerminkan Jokowi Belum Kuasai Jakarta
Warta Kota/Nur Ichsan
SI JAGO MOGOK - Busway TransJakarta, mogok di jalur Jalan Daan Mogot Km 12, Cengkareng, Jakarta Barat, dan membuat busway yang ada di belakangnya harus keluar dari jalur, seperti terlihat, Rabu (5/3). Ada yang menilai, banyaknya busway TransJakarta yang mangkrak, berbau politis, yang bertujuan untuk merongrong kinerja Jokowi-Ahok. (Warta Kota/nur ichsan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, menilai proyek bermasalah pengadaan bus Transjakarta senilai Rp 1,5 triliun oleh Pemprov DKI menunjukkan bahwa Gubernur DKI Jakarta Jokowi belum teruji di Jakarta.

Yayat menuturkan, proyek bermasalah tersebut menunjukkan masih banyak hal yang belum dikuasai Jokowi di Jakarta. Apalagi, kata Yayat, proyek bus Transjakarta yang berkarat tersebut diduga karena ada kepentingan orang dekat Jokowi dari Solo yang turut bermain. Karena itu ia menilai sebaiknya Jokowi dimatangkan dulu di Jakarta sebelum melenggang ke tingkat nasional sebagai calon Presiden (capres).

"Jika Jokowi maju sebagai capres, terkesan tergesa-gesa. Untuk tampil sebagai pemimpin nasional, Jokowi harus matang dulu di Jakarta, harus diuji dulu," ujar Yayat, Senin (10/3/2014).

Lebih lanjut, Yayat juga menyoroti ketidaktegasan Jokowi dalam proyek bus bermasalah tersebut. Menurutnya Jokowi harus membuktikan dulu sikap tegasnya terhadap lingkaran-lingkaran terdekatnya. Tak terkecuali menunjukkan sikap tegas terhadap Michael Bimo Putranto, yang disebut sebagai orang dekat Jokowi dari Solo.

"Ternyata terlihat banyak hal yang tidak dikuasai Jokowi. Dia dimanfaatkan lingkaran-lingkaran terdekat untuk kepentingan mengeruk proyek. Jokowi belum membuktikan sikap tegasnya," paparnya.

"Saya ada ide prinsipnya begini, memperbaiki Jakarta dibutuhkan tokoh yang tegas dan mengambil sikap. Pemimpin Jakarta dan Indonesia bukan butuh sosok yang populer, tapi berani bersih di internal lingkaran terdekatnya," imbuhnya.

Adapun isu yang beredar, Michael Bimo Putranto yang merupakan mantan timses Jokowi di Solo, diduga kuat turut bermain dalam proyek pengadaan bus TransJakarta senilai Rp 1,5 triliun. Bimo juga merupakan rekan separtai Jokowi, dan menjabat sebagai Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Tengah.

Penulis: Danang Setiaji Prabowo
Editor: sanusi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
11 KOMENTAR
3027322 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • dedie-Selasa, 11 Maret 2014 Laporkan
    Parpol Asu Kabeh!!! nek rak Kedanan Duwit yo Kedanan Tempik.. Partai Nasionalis Korupsi.. Partai Islam Selangkangan aja yg diurus Kawin.. kawin... dan Kawin Muka mesum. semuanya DOBOL!!
  • Jou Dominic-Selasa, 11 Maret 2014 Laporkan
    yang logic saja, Jokowi masa' nggak tau kalau bus buatan cina itu kualitasnya tidak dapat dihandalkan. Eh malah disetujui untuk diadakan, karena pengadaannya olah mantan tim suksesnya dari Solo yang namanya si Bimo. Apa ini bukan KKN namanya?
  • marko suhandoyo -Selasa, 11 Maret 2014 Laporkan
    proyek bus bermasalah cermin jokowi harus bergerak maju jadi presiden memberantas semuakebusukan yang sudah berlangsung bertahun tahun akibat perbuatan foke dan dan bang yos, gitu aja gak ngerti, gak usah cari cari kesalahan jokowi dah, kalo dia begitu jadi gubernur semua beres berarti di tuhan dong !!!!!! wkkkkkkk
  • Muhammad Nur-Selasa, 11 Maret 2014 Laporkan
    Setuju sekali jokowi memang belum pantas jadi capres apalagi presiden, orang kalau ingin naik kelas harus ujian dulu yg dilewati...
    Orang yg pro membabi buta terhadap jokowi dibayar nasi bungkus brpa oleh internal pdip...
  • Abdurrahman Al Hafizh-Selasa, 11 Maret 2014 Laporkan
    pendapat yang cerdas dari mas yayat.. survey dari KPK watch menunjukan index korupsi terbanyak no.1 dari PDIP, GOLKAR, DEMOKKRAT no.3.....
  • aztyo-Selasa, 11 Maret 2014 Laporkan
    logika pengamat yg bodoh, kalau bgtu capres yg lain jg belum matang dan tidak pantas karena tidak pernah teruji memimpin apalagi menguasai jakarta,
  • penyot-Selasa, 11 Maret 2014 Laporkan
    asem tenan mas yayat tak kiro pengamat jebule bandar nasi bungkus to. mas mas aku pesen rong wungkus
  • singgihprawira-Selasa, 11 Maret 2014 Laporkan
    Saya yakin kalau bukan Jokowi-Ahok, tentu "tidak akan bermasalah", karena korupsi semua dan nggak ada yang berniat membongkar praktek ini. Contohnya sekarang Kadishub saja dipecat.
  • Sisyandi Sisyandi-Selasa, 11 Maret 2014 Laporkan
    Satu masalah cacat jangan dianggap kegagalan, Yayat dibayar berapa ma partai? ikutan mau jadi politikus, padahal cuma tukang keker di pinggir jalan
  • -Selasa, 11 Maret 2014 Laporkan
    Berita yang bijak, berita ini mengisyaratkan bahwa Jokowi masih terlalu mentah untuk menjadi Presiden.
  • stiawan-Selasa, 11 Maret 2014 Laporkan
    msih ragu dgn PDIP ...kayaknya gk bs urus dech
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas