Sidang Pembunuhan Holly

Pambunuh Holly Mengaku Sudah Bertobat

Pago Satria Permana, salah seorang pelaku pembunuhan terhadap Holly Angela Hayu, mengaku menyesal

Pambunuh Holly Mengaku Sudah Bertobat
Nurmulia Rekso Purnomo/Tribunnews.com
Tiga pelaku pembunuhan Holly Anggela, yakni Abdul Latief, Surya Hakim dan Pago Satria Permana di Pengadilan Negri Jakarta Selatan, Senin (24/3/2014). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pago Satria Permana, salah seorang pelaku pembunuhan terhadap Holly Angela Hayu Winanti, mengaku menyesal melakukan pembunuhan terhadai istri sirih aduditor utama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Gatot Supiartono itu.

Kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, sebelum sidang pembacaan dakwaan terhadap Pago, Senin (24/3/2014), laki-laki asal Banten itu mengaku sudah bertobat, dan kerap berdoa memohon ampunan.

"Saya sudah shalat lima waktu, saya juga sudah shalat tobat," katanya.

Pago mengaku menerima tawaran sopir Gatot, Surya Hakim untuk membunuh Holly, karena ia membutuhkan uang. Atas partisipasinya dalam pembunuhan Holly pada 30 September 2013 lalu, Pago menerima uang Rp 40 juta.

"Tapi uang itu sudah habis selama saya buron. Uang itu sudah habis untuk kebutuhan sehari-hati," ujarnya.

Oleh Jaksa, Pago didakwa pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, serta pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Hukuman maksimal untuk Pago adalah hukuman mati. Laki-laki asal Banten itu mengaku sadar akan apa yang dijeratkan Jaksa kepadanya.

"Insya Allah saya siap," katanya.

Dalam kasus tewasnya Holly di kediamannya di unit 09AT Tower Ebony, Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan pada 30 September 2013, Pago bersama dua rekannya, Surya Hakim dan Abdul Latief bertugas mengawasi gerak-gerik istri sirih Gatot Supiartono itu. Sementara eksekutor Holly adalah Elriski Yudhistira dan Ruski. Saat melarikan diri melalui jendela apartemen Holly, Elriski terjatuh dan tewas. Sementara itu Ruski hingga kini masih dalam pengejaran Polisi.

Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help