Jokowi: Warga Pengalaman Dibohongi pada Pemerintahan Masa Lalu

Joko Widodo menyayangkan dua RT di Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, menolak permukimannya diubah menjadi kampung deret.

Jokowi: Warga Pengalaman Dibohongi pada Pemerintahan Masa Lalu
TRIBUNNEWS.COM/Nicolas Manafe
Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono bersalaman dengan Gubernur Jakarta Joko Widodo saat peresmian RS Umum Pekerja di Cakung, Jakarta Utara, Selasa (8/4/2014). (TRIBUNNEWS.COM/Nicolas Manafe) 

Tribunnews.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyayangkan dua RT di Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, yakni RT 010 dan 11 menolak permukimannya diubah menjadi kampung deret.

Dengan demikian, hanya satu RT saja, yakni RT 09 saja yang warganya setuju permukiman kumuhnya diubah menjadi kampung deret. "Kebangetan kalau ndak mau dibangun. Wong dibantu kok," ujar Jokowi saat meresmikan kesiapan kampung deret RT 09 RW 02, Cibesel, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (8/4/2014).

Meskipun demikian Jokowi menganggap kondisi tersebut adalah hal yang wajar. Sebab, berdasarkan pengalaman pada pemerintahan masa lalu, masyarakat kecil kerap dibohongi pemerintah.

Seringkali di awal-awal disebutkan bahwa lahan tersebut akan dibangun dan diperbaiki, namun belakangan lahan tersebut malah digusur. Wajar, lanjut Jokowi, jika masyarakat tak percaya.

"Yang kita lakukan ini sekarang membangun kepercayaan. Ndak apa-apa, nanti dibangun lagi saja segera. Hanya ini masalah urut-urutan saja, bisa tahun depan, atau dua tahun lagi," lanjutnya.

Jokowi mengaku puas dengan kampung deret yang dibangun di Cibesel. Menurut dia, kondisi permukiman di sana berubah total. Dari yang semula kumuh, minim sinar mentari, drainase buruk, tidak memiliki ruang terbuka hijau menjadi sebaliknya.

Dengan cara inilah, lanjut Jokowi, cara untuk meningkatkan taraf kesehatan dan kesejahteraan.

"Kita menciptakan lingkungan masyarakat jadi sehat. Percuma kita tiap tahun beri KJS (Kartu Jakarta Sehat), tapi lingkungannya ndak dibangun. Pasti akan begitu terus ndak ada perubahan. Harus berubah," ujarnya.

Data dari Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah DKI Jakarta, ada 105 rumah yang diperbaiki menjadi kampung deret. Namun, hanya 101 rumah yang dibangun.

Empat rumah tidak bisa dibangun karena kepemilikannya ganda. Hal itu tak memungkinkan karena dana untuk renovasi rumah diberikan melalui sistem by name by address.

Warga mendapat bantuan agar rumahnya diubah menjadi kampung deret mengapresiasi positif langkah Pemprov Jakarta. Bahkan, di antara mereka ada yang 'nombok' jutaan rupiah demi merenovasi rumah mereka agar lebih layak untuk ditempati.

Editor: Sugiyarto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help