TransJakarta Gelontor Rp 400 Miliar Beli Bus Tingkat

Transjakarta yang ditunjuk sebagai opertor untuk membeli bus tingkat gratis menganggarkan dana sebesar Rp 400 miliar

TransJakarta Gelontor Rp 400 Miliar Beli Bus Tingkat
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Warga berebutan naik bus tingkat wisata Jakarta di Halte Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (2/3/2014). Sebanyak lima bus tingkat wisata yang dioperasikan belum mampu sepenuhnya melayani warga DKI Jakarta. Warga harus rela antre berjam-jam untuk bisa naik bus tersebut. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

Laporan Wartawan Warta Kota, Bintang Pradewo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Dalam penerapan jalan berbayar atau Electronic Road Pricing (ERP), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan 100 bus tingkat gratis kepada masyarakat. PT Trasnportasi Jakarta (Transjakarta) yang ditunjuk sebagai operator untuk membeli bus tingkat gratis menganggarkan dana sebesar Rp 400 miliar.

Dana tersebut berasal dari Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2014 sebesar Rp 72,9 triliun. Hal ini sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) nomor 4 tahun 2014 tentang pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Transjakarta. Dimana Pemprov DKI memberkan modal awal sebesar Rp 350 miliar.

"Kemudian kami mendapatkan suntikan dana dengan jumlah yang sama. Artinya sekarang kita punya modal Rp 700 miliar," kata Direktur Utama PT Transjakarta, Antonius NS Kosasih, saat dihubungi di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (17/8/2014).

Kosasih menjelaskan bahwa dari dana sebesar Rp 400 miliar akan dialokasikan untuk pembelian bus tingkat. Sementara sisanya akan digunakan untuk proses pembentukan BUMD itu sendiri serta pengembangan Transjakarta. Dia pun siap mengambil tanggung jawab dari terobosan Pemprov DKI untuk mengatasi kemacetan dengan penerapan ERP dan memberikan layanan bus tingkat gratis.

"Yang akan terpakai untuk bus mungkin bisa mencapai Rp 400 miliar. Ini penugasan dan kami siap. Ini terobosan yang bagus, terutama dari Pak Gubernur dan Pak Wagun, bahwa dengan diterapkannya ERP ada kompensasi yang diberikan kepada masyarakat," katanya.

Kemudian, dia menambahkan operasional bus tingkat ini sepenuhnya akan mendapatkan subsidi. Sehingga masyarakat tidak perlu membayar alias gratis. Dirinya berkilah jika moda transportasi ini hanya sebagai pancingan agar pengendara mau beralih ke angkutan umum massal.

"Bukan pancingan, ini betul-betul sarana transportasi masal yang diberikan oleh Pemprov DKI kepada masyarakat, dengan full subsidi karena tidak bayar," kata dia.

Bus tingkat ini hanya akan melayani rute pendek. Sehingga dipastikan tidak akan mengganggu angkutan umum reguler maupun Transjakarta. Bus juga tidak akan berjalan di jalur bus Transjakarta, tetapi di jalur lambat seperti angkutan umum lainnya.

Pihaknya pun masih mengkaji rute yang cocok untuk bus tingkat ini. Ada beberapa rute yang sedang dikaji seperti rute Semanggi-Jalan Gatot Subroto-Senayan-Jl Asia Afrika-Senayan City-Jalan Jendral Sudirman kembali ke Semanggi. Contoh lainnya, dari Casablanca-Sampurna Strategic- Semanggi-Jalan Gatot Subroto-Jl Rasuna Said kembali ke Casablanca.

"Kalau Anda mau naik dari Blok M ke Kota, mending naik Transjakarta dong, satu kali naik. Kalau cuma dari Kota Tua ke Olimo-Mangga Besar, kita sediakan bus gratis disitu," tuturnya.

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help