KPK Periksa Staf Walikota Airin Rahcmy Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Alkes

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Staf Ahli Walikota Tangerang Selatan, Syafrudin.

KPK Periksa Staf Walikota Airin Rahcmy Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Alkes
TRIBUN/DANY PERMANA
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad (tengah) bersama Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (kiri), dan Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Priharsa Nugraha memberikan keterangan kepada wartawan terkait penetapan Komjen Pol Budi Gunawan, Selasa (13/1/2015). Komjen Pol Budi Gunawan ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus rekening gendut di jajaran Mabes Polri. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Terkait kasus proyek pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) Kedokteran Umum di Puskesmas Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun Anggaran 2012, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Staf Ahli Walikota Tangerang Selatan, Syafrudin.

Syafrudin akan dimintai keterangannya untuk tersangka Dadang Priatna.

"Diperiksa sebagai saksi," ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, Jakarta, Selasa (20/1/2015).

Sebelumnya, KPK juga telah memanggil Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmy Diami. Diperiksa lebih kurang sepuluh jam pada Kamis (19/1/2015) lalu, Airin tidak berkomentar terkait pemeriksaan dirinya.

Usai memerikas Airin, KPK juga memeriksa jajaran Pemerintah Kota Tangerang antara lain Sekda Dudung Erawan Direja, Staf Ahli Walikota Eddy Adolf Nicolas Malonda, Kepala DPPKAD Pemkot Tangsel Uus Kusnadi, Kepala Dinas Pendidikan Pemkot Tangsel Matodah, Kepala Dinas Tata Kota Pemkot Tangsel Dendi Pryandana.

Pada kasus tersebut, KPK sudah menetapkan tiga tersangka. Mereka adalah Dadang Prijatna, Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan dan Mamak Jamaksari. Dadang Prijatna terungkap dari PT Mikindo Adiguna Perkasa (MAP). Adapun Mamak Jamaksari diketahui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek alkes Tangsel tersebut.

Dari informasi diperoleh, penyidikan kasus dugaan korupsi alkes kedokteran umum di RSUD Tangsel tahun anggaran 2012 adalah pengembangan yang dilakukan KPK pasca menggeledah dan menyita ruang kerja Wawan di PT Bali Pasific Pragama yang berlokasi di Gedung The East Lantai 12 Mega Kuningan, Jakarta Selatan dan Serang, Banten.

Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Gusti Sawabi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help