Pakar Ekonomi: Kota Penyangga Jakarta Butuh Citra yang Unik

Depok cenderung diangkat dan dibicarakan sisi negatif, demikian juga Tangerang Selatan.

Pakar Ekonomi: Kota Penyangga Jakarta Butuh Citra yang Unik
Kompas.com
Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Kamis (10/10/2013). Jalan utama di kota ini tidak memiliki ruang hijau. Kondisi diperparah dengan kemacetan lalu lintas yang sering terjadi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pakar ekonomi dari Universitas Indonesia I Kadek Dian Sutrisna Artha PhD mengatakan kota-kota penyangga seperti Bogor, Bekasi, Depok, Tangerang dan Tangerang Selatan memerlukan citra yang unik agar bisa tumbuh pesat.

"Ekonomi merupakan penggerak pertumbuhan kota. Motif ekonomi pula yang menentukan penempatan sumber daya oleh pemangku kepentingan kota pada suatu tempat, di satu kota tertentu," kata Sutrisna yang juga Direktur Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat, Fakultas Ekonomi UI (LPEM FEUI) dalam acara peluncuran buku "Position Paper Branding Kota" di Jakarta, Jumat.

Dia menjelaskan kota-kota penyangga tersebut, harus memiliki citra yang unik untuk menarik sumber daya yang berbeda dan sesuai dengan proyeksi kebutuhan kota. "Seperti produk barang dan jasa, kota juga membutuhkan citra," katanya.

Menyadari kebutuhan tersebut, LPEM FEUI menggandeng Makna Informasi Indonesia, sebuah perusahaan konsultan komunikasi dan riset media.

"Selain potensi ekonomi, kota juga membutuhkan citra dan reputasi yang baik serta unik untuk memenangkan persaingan," kata Direktur Utama Makna Informasi Indonesia, M Rahmat Yananda.

Menurut Rahmat, sayangnya, citra kota yang terekam di surat kabar maupun media sosial belum menggambarkan identitas kota tersebut.

Depok cenderung diangkat dan dibicarakan sisi negatif, demikian juga Tangerang Selatan. Bekasi memiliki masalah citra kota yang serius karena banyak terkait dengan kasus kejahatan berat.

Editor: Rendy Sadikin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help