Pengeroyokan Polisi

Dikeroyok Anggota TNI AL, Cincin Kawin Bvlgari Perwira Polri Raib

Namun keberadaan Komisaris Teuku Arsya dan Komisaris Budi Hermanto di sana, memicu insiden diantara mereka.

Dikeroyok Anggota TNI AL, Cincin Kawin Bvlgari Perwira Polri Raib
Biblicalworld
Ilustrasi

"Selama 15 tahun dinas, saya tidak pernah membawa senjata api ke mana pun saya pergi. Kemudian saat itu ada laptop di atas meja kami dan masih terbuka, kami sedang bekerja. Jadi tidak mungkin kami acungkan senjata api ke mereka," katanya.

Budi menuturkan ia dan Kompol Teuku Arsya dalam kondisi diborgol, dibawa petugas TNI AL berkeliling, sebelum dibawa ke POMAL.

"Kami diajak keliling ke X2, Kemang, dan subuh baru sampai di POMAL. Padahal sesuai SOP, kami harus diserahkan ke Provost Polri. Tapi ini diajak berkeliling," katanya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Heru Pranoto, yang menjemput dua anggotanya, Sabtu (7/2/2015) subuh di POMAL, mengatakan selain ada pemukulan terhadap dua anggotanya itu juga terjadi perampasan.

"Ada pemukulan dan perampasan barang milik Kompol Teuku Arsya Khadafi. Barang yang dirampas yakni berupa tas yang isinya dua pucuk senjata api. Selain itu cincin emas merek Bvlgary milik Kompol Teuku Arsya Khadafi, juga dirampas. Kami akan tempuh proses hukum dalam kasus ini," papar Heru saat dihubungi, Warta Kota, Minggu (8/2/2015).

Menurut Heru, pemukulan berawal saat seorang anggota TNI AL bernama Kolonel Nazali menuduh Komisaris Budi Hermanto, menyembunyikan narkoba di dalam toilet di ruangannya.

Karenanya, kata dia, anggota TNI AL lain yang hadir pun langsung mencoba merampas barang-barang di sana. "Ketika Kolonel Nazali akan merampas cincin Komisaris Teuku Arsya, ia menghalangi dan tidak mau memberikan cincin itu. Namun antara mereka hampir terjadi baku hantam," katanya.

Tetapi, saat itu, langsung coba dihalangi oleh Komisaris Budi. Kemudian, katanya, Budi langsung dipukul oleh anggota TNI AL yang lain. "Arsya pun akhirnya ikut dipukuli," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Manahan Simorangkir menjelaskan peristiwa itu terjadi saat razia gabungan POM TNI AL dan Propam Polri digelar di Bengkel Cafe di SCBD, Jakarta, Sabtu (7/2) dini hari.

Menurut Manahan, 2 perwira Polri yakni Kompol Teuku Arsya Khadafi dan Kompol Budi Hermanto yang ada di sana, terlihat seperti orang mabuk saat hendak diperiksa.

Halaman
123
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved