Dihadapan Dokter dan Apoteker Ahok Kisahkan Pernah Mabuk Obat

Ia mengisahkan bahwa suatu saat ia harus menjalani serangkaian medical check up

Dihadapan Dokter dan Apoteker Ahok Kisahkan Pernah Mabuk Obat
Tribunnews.com/Dennis Destriawan
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Basuki Tjahaja Purnama mengatakan bahwa dia lebih suka mencegah datangnya penyakit daripada harus mengobatinya.

Gubernur DKI Jakarta itu tidak ingin mengonsumsi banyak obat karena pernah merasa badannya gemetar setelah minum banyak obat.

Hal itu disampaikan Basuki di hadapan dokter dan apoteker dalam seminar Himpunan Serikat Farmasi Seluruh Indonesia di Hotel Mercure, Jakarta Utara, Sabtu (3/10/2015).

Ia mengisahkan bahwa suatu saat ia harus menjalani serangkaian medical check up untuk memastikan kondisi kesehatannya.

"Saya cek, katanya pendengaran sebelah kiri saya masih normal, tapi perlu diperiksa. Terus kantung kemih diperiksa, katanya harus lebih teliti lagi. Terus liver mesti periksa lebih dalam lagi. Terus dokter THT juga bilang saya mesti periksa, terus mata juga. Ya sudah, biar hemat waktu, semua dokter dikumpulin sajalah, biar sehari selesai," kata Basuki.

Setelah melakukan pemeriksaan dengan para dokter, Ahok malah mendapat banyak obat. Dokter mengatakan bahwa hal tersebut tidak membahayakan.

"Saya dikasih obat, saya terima saja. Eh, sama dokter lain dikasih lagi. Saya bilang, 'Dok, tadi sudah dikasih.' Katanya, 'Enggak apa-apa, enggak apa-apa'," ujar Ahok, sapaan Basuki.

Namun, Ahok malah merasa tidak enak badan. Dia pun langsung menghubungi Basuri Tjahaja Purnama, adiknya yang menjadi Bupati Belitung. Dia curhat soal sakit yang dideritanya akibat terlalu banyak minum obat.

"Ya, semua obat saya minum dong, kan katanya enggak apa-apa. Habis minum, kok saya agak gemetar gitu loh," kata dia.

Ahok kemudian menanyakan hal itu kepada saudaranya yang juga seorang dokter. Ia menceritakan tentang obat-obat yang harus dia konsumsi setelah pemeriksaan itu.

"Kata dia, 'Lu aja yang gila makan obat itu semuanya, lu buang aja.' Ah, saya kesel, saya buang aja," kata Ahok.

Dalam seminar itu, Ahok banyak bercerita sambil bercanda mengenai pengalamannya soal kesehatan. Dokter dan apoteker yang hadir di acara itu pun tertawa mendengar kisah Ahok.

Di akhir cerita itu, Ahok mengatakan bahwa dia tidak pernah menceritakan hal itu kepada ibunya. Itu karena ibunya memiliki apotek dan tidak akan mengizinkan membuang obat. Peserta pun tertawa mendengarnya.

"Kalau saya bilang ibu saya, saya diomelin tuh. Jangan buang, taruh di apotek masih bisa dijual tuh. Saya buang ke tong sampah, langsung sehat walafiat saya," ujar Ahok.(Jessi Carina)

Editor: Johnson Simanjuntak
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help