Tewas Usai Ngopi

Pembelaan Jessica: Pendapat Pribadi Jaksa hingga Dijerat dengan CCTV Hasil Kloning

"Penilaian JPU yang nyatakan Jessica licik merupakan pendapat pribadi penuntut umum dan bukan dari kesaksian," ujar Otto Hasibuan.

Pembelaan Jessica: Pendapat Pribadi Jaksa hingga Dijerat dengan CCTV Hasil Kloning
Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Terdakwa kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso, menjalani sidang lanjutan pembacaan nota pembelaan atau Pledoi atas tuntutan jaksa yang menuntut 20 tahun penjara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (13/10/2016). Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

Alasannya, hal tersebut bersifat subjektif. "Pendapat penuntut umum yang menyatakan Jessica licik tidak bisa disampaikan dalam penuntutan hukum," ucapnya.

Kuasa hukum juga menganggap keterangan jaksa yang mengatakan Jessica menaruh racun sianida 5 gram sangat mengada-ada.

Hal itu tidak dapat dibuktikan karena tidak ada sidik jari Jessica di gelas kopi. "Hal tersebut sungguh mengada-ada karena Jessica tidak pernah memindahkan gelas ice coffe," ucap Otto.

Dalam pembelaannya, Jessica melalui kuasa hukumnya juga menjelaskan mengapa Jessica tidak memberikan pertolongan pertama Wayan Mirna Salihin.

Jaksa penuntut umum menyinggung Jessica selaku terdakwa kasus kematian Mirna yang sempat mengikuti pelatihan pertolongan pertama semasa bekerja di Australia.

Tetapi, ketika Mirna kejang-kejang di kafe Olivier pada Januari 2016 lalu, Jessica malah diam dan tidak melakukan pertolongan.

"Bahwa memang benar terdakwa pernah mengikuti pelatihan pertolongan pertama, tapi tidak mengikuti sampai selesai karena disuruh atasannya di kantor untuk kembali bekerja," kata salah satu kuasa hukum Jessica yang lain, Sodarme Purba, di hadapan majelis hakim.

Juga diungkap mengenai hasil analisa barang bukti milik Jessica yang dijadikan barang bukti, tidak ditemukan adanya zat beracun.

Ada beberapa barang milik Jessica yang disita penyidik untuk dijadikan barang bukti. Diantaranya tas, pakaian wanita, potongan rambut, kotak obat berisi 30 tablet, tiga kertas atau paper bag berisi cairan dibungkus.

"Dari hasil pemeriksaan disimpulkan tidak ditemukan zat bahan beracun, berbahaya," kata Otto, yang menjadi ketua tim kuasa hukum Jessica.

Halaman
123
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help