Pilgub DKI Jakarta

Ketika Anies Diminta Untuk Menghentikan Reklamasi Pulau

Anies Baswedan hadir dalam acara dialog yang diselenggarakan oleh Forum Diskusi Insan Cita Sejahtera Korps Alumni HMI (Kahmi) di Pancoran

Ketika Anies Diminta Untuk Menghentikan Reklamasi Pulau
Warta Kota/Nur Ichsan
TURAP - Pekerja sedang membongkar sisa paku bumi, yang merupakan turap Kali Kamal di kawasan Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (11/5). Pembangunan turap di kali yang kotor namun bersih dari sampah ini diharapkan bisa mencegah meluapnya air yang menjadi penyebab banjir di wilayah ini. WARTA KOTA/Nur Ichsan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bakal calon gubernur Jakarta, Anies Baswedan hadir dalam acara dialog yang diselenggarakan oleh Forum Diskusi Insan Cita Sejahtera Korps Alumni HMI (Kahmi) di Pancoran, Jakarta, Rabu (19/10/2016) malam.

Dalam dialog yang dihadiri sesepuh alumni HMI diantaranya Fahmi Idris, Fuad Bawazier, Afni Achmad, Musni Umar, dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kahmi Subandrio, Anies Baswedan mendapat dukungan dari sejumlah elemen masyarakat Jakarta.

Mulai dari‎ pengusaha, ulama, cendekiawan, perwakilan BEM se-DKI, buruh, nelayan, korban penggusuran, RT/RW, dan aktivis pergerakan.

Dalam dialog tersebut Anies Baswedan sempat mendengarkan aspirasi dari salah seorang nelayan Kamal Muara, Jakarta Utara.
Kepada Anies, nelayan bernama Basri tersebut menceritakan hidupnya semakin sulit karena adanya reklamasi Pulau G. Hasil tangkapan ikan semakin berkurang, dan lokasi untuk menjaring ikan semakin jauh karena adanya pulau buatan itu.

"Pak Anies, pulau reklamasi itu jaraknya cuma enam meter dari daratan, kalau pak Anies jago berenang, bisa sampai tanpa harus menaiki kapal," kata Basri.

Ia meminta Anies Baswedan menghentikan proyek reklamasi bila terpilih menjadi gubernur Jakarta. Lantaran menurutnya, keberadaan pulau buatan tersebut telah menghilangkan mata pencariannya.

"Saya berjanji pak Anies, kalau proyek itu (reklamasi) dibatalkan, saya akan kembali mencari ikan sendiri, menghidupi keluarga lagi, saya mohon pak Anies," katanya

Dengan suara terbata-bata, Basri juga meminta Anies Baswedan membatalkan penggusuran wilayah Kamal Muara di pantai utara Jakarta. Kamal Muara memiliki nilai historis bagi Basri karena ia lahir dan tumbuh di sana.

"Saya gemetaran pak mendengar Kamal Muara mau digusur. Saya tidak bisa lagi melihat sekolah saya dan tempat main saya" katanya.

Selain itu Basri menambahkan, bila Kamal Muara digusur maka mata pencaharian ibunya di tempat pelelangan ikan akan hilang. Ibunya selama mengais rezeki di tempat pelelangan ikan Kamal Muara itu.

Halaman
12
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help