Tak Punya Uang untuk Berlayar, Seorang Pria Nekat Merampok di Koja

Seorang pria, AS (30) nekat merampok di sebuah rumah seorang karyawati Yuliana Dewi Fatmawati

Tak Punya Uang untuk Berlayar, Seorang Pria Nekat Merampok di Koja
Ilustrasi

Laporan Wartawan Wartakota, Panji Baskhara Ramadhan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seorang pria, AS (30) nekat merampok di sebuah rumah seorang karyawati Yuliana Dewi Fatmawati (22) di Jalan Rumbia III/18 RT 02/02, Kelurahan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, pada Selasa (18/10/2016), sekitar pukul 04.30 WIB.

Tak hanya menggasak uang sebesar Rp 750.000 dan ponsel, AS, yang saat itu dalam kondisi membutuhkan uang untuk bisa mengurus dokumen pelayaran, juga membekap Yuliana di rumah tersebut.

"Pelaku ini melakukan perampokan di sebuah rumah yang dihuni Yuliana, adik korban, dan ibu kandung korban, Hartini (40). Ardiansa ini melakukan perempokan itu sekitar pukul 04.30. Kediaman korban yang berlokasi di Jalan Rumbia III itu dimasuki oleh Ardiansa melalui jendela rumah dengan cara merusaknya terlebih dahulu," papar Kapolsek Koja, Kompol Supriyanto kepada awak media, Rabu (19/10/2016).

Awal mula kejadian, AS datang ke rumah korban, sekitar subuh hari. Suasana di kediaman korban terpantau sepi.

Hal itu yang membuat AS mudah untuk masuk ke kediaman korban. Merusak jendela, merupakan cara pria berstatus pengangguran itu bebas masuk ke kediaman korban.

"Pelaku akhirnya masuk ke kamar Yuliana dengan cara mengendap-endap. Sesampainya di kamar korban, tanpa pandang bulu pelaku itu langsung membekap mulut korban agar korban tidak langsung berteriak. Korban semakin tidak berdaya, lantaran pelaku mengikat tangan, kaki, dan menutup mulut korban. Di situ, pelaku pun langsung menggasak uang milik Hartini senilai Rp 750.000, serta ponsel milik Yuliana," papar Supriyanto.

Pelaku yang saat itu tengah sibuk mengobrak-abrik isi rumah, lanjut Supriyanto, korban tidak kehilangan akalnya.

Kondisi adik korban masih tertidur lelap dan sang ibu masih di salat subuh di masjid, korban pun langsung memecahkan kaca lemari etalase dengan cara menendangnya, guna membangunkan sang adik.

"Adik Yuliana langsung terbangun mendengar suara pecahan kaca tersebut. Adik korban lalu mengecek asal-usul suara pecahan kaca etalase yang ada dikamar sang kakak. Ketika melihat sang kakak sudah dalam kondisi terikat, serta dibekap oleh pelaku, adiknya ini langsung lari keluar rumah terbirit-birit. Sang adik berteriak kencang sembari berlari menuju masjid, dengan untuk langsung memberitahukan kejadian itu ke sang ibu yang sedang salat subuh," paparnya.

Halaman
12
Editor: Sanusi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help