Duh Fenomena 'Om Telolet Om' Disorot KPAI, Apa Alasannya Ya?

Tanggapi fenomena 'om telolet om', Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Ni'am Sholeh mengimbau...

Duh Fenomena 'Om Telolet Om' Disorot KPAI, Apa Alasannya Ya?
Kompas.com/ Syahrul Munir
Anak-anak di Ungaran, Kabupaten Semarang tengah menunggu bus malam yang lewat di Jl Diponegoro Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (11/5/2016) sore. Mereka menantikan bus yang membunyikan klakson telolet untuk direkam dan diunggah ke media sosial. 

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Ni'am Sholeh mengimbau para orangtua untuk mengawasi anak-anaknya terkait fenomena "Om telolet Om".

Dalam aksi yang kini menjadi viral itu, anak-anak menghampiri bus-bus antarkota yang melintas seraya berteriak meminta supir bus membunyikan klakson.

Menurut Asrorun, aksi yang dilakukan anak-anak cukup berbahaya.

"KPAI mengimbau kepada orangtua untuk melakukan pengawasan. Jangan sampai kemudian (anak-anak) membahayakan diri dengan mengejar ke situ, sehingga terlena dan terjadi kecelakaan," ujar Asrorun di kantor KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/12/2016).

Asrorun membandingkan fenomena "Om telolet Om" dengan Pokemon Go beberapa waktu lalu. Saat itu, banyak orang yang ikut memainkan game tersebut tanpa memperhitungkan aspek keselamatan.

"Dulu Pokemon, pada prinsipnya nya itu kan pemainan. Tapi kalau pada akhirnya menghadirkan imajinasi, melalaikan kewajiban, melalaikan waktu istirahat, melalaikan keselamatan diri, maka harus dilarang," kata dia.

Maka dari itu, lanjut Asrorun, peran pengawasan dan bimbingan orangtua terhadap anaknya menjadi penting menanggapi setiap fenomena yang muncul, termasuk fenomena "Om telolet Om".

"Kuncinya harus dibangun literasi dan kesadaran," kata dia.

Editor: Rendy Sadikin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved