Pilgub DKI Jakarta

Pemprov DKI Buka 18 Hektar Lahan Cabai di Tangerang, Sandi: Itu Masih Sedikit

Untuk mengantisipasi kelangkaan cabai di Jakarta, Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono berencana membuka lahan di Tangerang, Banten.

Pemprov DKI Buka 18 Hektar Lahan Cabai di Tangerang, Sandi: Itu Masih Sedikit
Tribunnews.com/Taufik Ismail
Calon Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno bersama warga. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Untuk mengantisipasi kelangkaan cabai di Jakarta, Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono berencana membuka lahan di Tangerang, Banten.

Menanggapi hal tersebut, Calon Wakil Gubernur Sandiaga Uno menilai pembukaan 18 hektar lahan cabai di Tangerang masih kurang untuk menutupi kebutuhan cabai di Jakarta.

"Dan itu memang sudah dilakukan tapi 18 hektar sedikit untuk Jakarta," kata Sandi di Sunter, Jakarta, Rabu (11/1/2017).

Baca: Ahok Akui Belum Mampu Kendalikan Harga Cabai

Menurut Sandi, agar pasokan cabai terpenuhi di Jakarta, Pemprov DKI harus mengamankan pasokan dua kali lipat dari yang ada sekarang.

"Sama seperti ke daging sapi, jadi harganya bisa terkendali," paparnya.

Namun meskipun demikian, Sandi megapresiasi langkah yang dilakukan pemprov DKI untuk menururunkan harga cabai.

Baca: Harga Cabai Mencapai Angka Rp 120 Ribu per Kg

Hal itu sejalan dengan program yang dirancang Anies -Sandi menurunkan harga pangan dan kebutuhan pokok.

Dalam kampanyenya selama ini salah satu cara yang dirancang pasangan calon nomoir urut tiga tersebut untuk mengendalikan harga pangan yakni dengan memotong jalur distribusi dengan membeli langsung ke daerah produsesn.

"Bagus bagus banget dan itu salah satu program kami untuk memastikan pasokan," pungkas Sandi.

Sebelumnya Plt Gubernur DKI Soni sumarsono berencana membuka lahan cabai seluas 18 hektar di tanah milik pemprov Jakarta yang berada di Tangerang, Banten. Itu dilakukan untuk menjaga pasokan cabai di Ibu Kota.

Akibat kelangkaan pasokan, harga cabai di Jakarta terus meroket. Di awal 2017 harga canbai di pasar tradisional mencapai Rp 120 ribu hingga Rp 150 ribu.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help