Kasus Ahok

Ahok: Tiap Selasa Sidang Sampai Malam Pusing-pusing Saya

Terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku pusing menjalani persidangan kasus yang menjeratnya.

Ahok: Tiap Selasa Sidang Sampai Malam Pusing-pusing Saya
KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017 nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat mengikuti debat perdana calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017 yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (13/1/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku pusing menjalani persidangan kasus yang menjeratnya. Ahok menjalani persidangan, setiap hari Selasa.

Pekan lalu misalnya, Ahok menjalani persidangan hingga tengah malam. Sebab, ada empat saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum.

"Tiap Selasa, sidang sampai malam pusing-pusing saya," ujar Ahok saat memberikan sambutan acara bedah buku 'A Man Called Ahok' di BPU Ruma Gorga Mangampu Tua 2, Pondok Bambu, Jakarta Timur kemarin.

Namun Ahok berusaha membiasakan diri dengan ritme tersebut. Bahkan sehari sebelum menjalani persidangan, dia mempelajari berita acara pemeriksaan (BAP) para saksi pelapor yang disodorkan oleh pengacaranya.

"Setiap Senin mesti baca BAP. Pengacara sodorin kan, tebal-tebal. Kita kan mesti tahu, kenapa dia melapor," ujar Ahok.

Ahok menganggap, kerepotan jelang persidangan sebagai pembelajaran.

"Saya anggap kuliah praktik pengacara. Semua itu. Saya nikmati sebagai pembelajaran," tutur Ahok.

Hari ini Ahok akan menjalani sidang lanjutan kasus dugaan penodaan agama. Setidaknya, ada dua penyidik yang akan bersaksi dalam sidang tersebut.

Saat persidangan kelima pada pekan lalu, Ketua majelis hakim Dwiarso Budi Santiarto memutuskan menunda kesaksian dari Wilyudin Abdul Rasyid Dhani.

Keputusan itu, diambil setelah tim kuasa hukum Ahok mempertanyakan laporan ke pihak kepolisian di Bogor.

Halaman
123
Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help