Pilgub DKI Jakarta

Galang Dukungan untuk Ahok, Golkar Dekati Petinggi Demokrat, Tapi Bukan SBY

Partai Golkar telah membuka komunikasi dengan partai politik pendukung Agus-Sylvi di Pilkada DKI Jakarta.

Galang Dukungan untuk Ahok, Golkar Dekati Petinggi Demokrat, Tapi Bukan SBY
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Presiden ke 6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didampingi sejumlah kader Partai Demokrat memberikan keterangan pers di kediamannya, di Jakarta, Selasa (14/2/2017). Dalam keterangan persnya, SBY membantah terlibat dalam kasus Antasari Azhar. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Golkar telah membuka komunikasi dengan partai politik pendukung Agus-Sylvi di Pilkada DKI Jakarta.

Termasuk, dengan Partai Demokrat.

"Ini semua kita sudah mulai komunikasi petinggi-petinggi. Itu kan ada empat parpol, semua kita sudah komunikasi, ya tentu dalam dunia politik itu kan tidak bisa selesai satu kali," kata Sekjen Golkar Idrus Marham di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Jumat (11/2/2017).

"Kita punya keyakinan bahwa komunikasi-komunikasi yang kita lakukan ini akan produktif," tambahnya.

Baca: Demokrat Bebaskan Relawan Agus Yudhoyono Pilih Ahok Atau Anies

Baca: Survei Agus Turun Drastis dalam Sepekan, Demokrat Cari Tahu Penyebabnya

Diketahui, Golkar, PDIP, NasDem dan Hanura mengusung pasangan Ahok-Djarot di Pilkada DKI Jakarta.

Sementara, pasangan Agus-Sylvi yang diusung Demokrat, PAN, PPP dan PKB tidak lolos putaran kedua Pilkada DKI Jakarta.

Namun, Idrus mengaku pihaknya tidak berkomunikasi dengan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Melainkan petinggi Demokrat lainnya.

"Ya tidaklah, mungkin ada beberapa petinggi lainnya. Ya kami ngobrol-ngobrol. Bicara-bicara setelah ini," kata Idrus.

Idrus mengatakan komunikasi belum intensif karena pendukung Agus-Sylvi baru kalah di putaran pertama Pilkada DKI Jakarta.

Ia menilai mereka perlu merenung terlebih dahulu.

"Yang pasti komunikasinya bukan dengan Pak SBY. Sama petinggi Demokrat, tapi bukan dengan Pak SBY," kata Idrus.

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help