Pilgub DKI Jakarta

Anies Klaim Tidak Pakai Buzzer untuk Kampanye di Media Sosial

"Memang secara kuantitatif kami tidak sebesar petahana, " kata Anies usai kampanye di Rawasari, Cempaka putih, Jakarta Pusat.

Anies Klaim Tidak Pakai Buzzer untuk Kampanye di Media Sosial
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno mendatangi gedung KPK, Jakarta, Selasa (21/2/2017). Kedatangan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga tersebut ke KPK untuk melaporkan perubahan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Sandiaga Uno. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon gubernur Jakarta Anies Baswedan mengaku secara kuantitas, kampanyenya di media sosial masih kalah dari pasangan calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok)- Djarot Saiful Hidayat.

Pernyataan Anies tersebut menanggapi permintaan seorang warga Rawasari, Cempaka putih, Jakarta Pusat yang meminta Anies gencar melakukan kampanye di media sosial.

"Memang secara kuantitatif kami tidak sebesar petahana, " kata Anies usai kampanye di Rawasari, Cempaka putih, Jakarta Pusat, Selasa (21/3/2017).

Baca: Survey LSI Denny JA: Pengguna Facebook Pilih Anies-Sandi Ketimbang Ahok-Djarot

Baca: Buzzer di Media Sosial Dapat Pengaruhi Pilihan

Anies mengatakan pihaknya tidak bisa banyak berkampanye melalui media sosial karena tidak menggunakan buzzer.

Dia mengatakan dalam kampanye di media sosial pihaknya hanya mengandalkan relawan.

"Memang secara kuantitatif kami tidak pakai buzser-buzser. Kami tidak punya bayar-bayar itu buzzer, semuanya relawan," katanya.

Meskipun kalah dari sisi jumlah, namun menurut Anies, secara kualitas pesan kampanyenya di media sosial lebih baik.

Berdasarkan penilaian sejumlah lembaga, pasangan calon nomor tiga paling banyak berkampanye positif di media sosial.

‎"Bahkan kalau penilaian dari lembaga-lembaga assesment terhadap media sosial, kita selalu tertinggi di dalam kualitas (menyebarkan) pesan positif," katanya.

Indikator baiknya kampanye di media sosial, menurut Anies, tampak dari selisih suara yang hanya terpaut tiga persen dari pasangan petahana pada Pilkada DKI 2017 putaran pertama.

‎"Itu saja sudah 3 persen selisihnya, apalagi kalau tidak ada hasil yang lucu-lucu (di TPS). Pasti ceritanya lain lagi. Artinya ya Facebook baik, dan kampanye lain juga baik," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help