Kasus Ahok

Perbandingan Kesaksian Ahli Agama dan Ahli Bahasa dalam Sidang Ahok

Menurut Ahmad, konteks orang beriman dalam Surat Al Maidah ayat 51 juga dapat diartikan berbeda.

Perbandingan Kesaksian Ahli Agama dan Ahli Bahasa dalam Sidang Ahok
Tribunnews.com/ Wahyu Aji
Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). 

TRIBUNNEWS.COM - Ahli agama Islam yang memberi keterangan pada sidang lanjutan kasus dugaan penodaan agama, KH Ahmad Ishomuddin, menyatakan bahwa kata "aulia" dalam Surat Al Maidah ayat 51 lebih banyak ditafsirkan sebagai teman setia.

Ahmad merupakan Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jakarta sekaligus dosen Fakultas Syari'ah IAIN Raden Intan, Lampung, yang dihadirkan tim kuasa hukum terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam sidang, Selasa (21/3/2017).

"Berdasarkan tafsir yang saya tahu, aulia itu teman setia. Kalau ada yang menerjemahkan sebagai pemimpin, silakan. Tetapi, menurut tafsir saya, dari ratusan kitab tafsir, tidak satupun memiliki makna pemimpin," kata Ahmad, dalam sidang yang digelar Pengadilan Negeri Jakarta Utara, di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (21/3/2017) siang.

Selain makna kata 'aulia', menurut Ahmad, konteks orang beriman dalam Surat Al Maidah ayat 51 juga dapat diartikan berbeda.

Mayoritas penafsir Al Quran, kata Ahmad, menyebutkan orang beriman sebagaimana arti sebenarnya.

Selain itu, Ahmad juga menjelaskan, konteks Surat Al Maidah ayat 51 pada masanya adalah mengenai pengkhianatan saat peperangan.

Ahmad menilai petikan ayat tersebut tidak tepat digunakan dalam pilkada.

Menurut Ahmad, ayat yang cocok dan tepat untuk diterapkan dalam pilkada adalah yang berbunyi; "Hendaklah kamu berlomba-lomba berbuat baik," dengan hal baik yang dimaksud mengacu pada program kerja yang ditawarkan calon pemimpin.

Kesaksian ahli linguistik

Ahli linguistik dari Universitas Indonesia Rahayu Sutiarti Hidayat mengatakan Basuki memiliki pengalaman surat Al Madiah 51 digunakan orang-orang, dalam hal ini elite politik, untuk membohongi masyarakat.

Halaman
12
Editor: Rendy Sadikin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved