Pilgub DKI Jakarta

Politikus PDIP: Warga Jakarta Jangan Terlalu Terpengaruh Survei Atau Quick Count

"Sehingga hasil survei pun seringkali digunakan sebagai alat kampanye atau alat untuk mempengaruhi opini publik untuk mendukung pasangan tertentu,"

Politikus PDIP: Warga Jakarta Jangan Terlalu Terpengaruh Survei Atau Quick Count
Ferdinand Waskita
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira sepakat dengan imbauan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Kapolri sebelumnya mengimbau agar masyarakat Jakarta tidak menjadikan hasil survei sebagai pegangan atau patokan penentuan pemenang dalam Pilkada DKi.

Hasil-hasil survei yang dipublikasikan lembaga survei menurut anggota DPR RI ini, seharusnya hanya dilihat sebagai indikator bukan hasil real, apalagi hasil akhir.

Menurut dia, banyak lembaga survei yang berperan sebagai konsultan politik bagi pasangan calon tertentu.

"Sehingga hasil survei pun seringkali digunakan sebagai alat kampanye atau alat untuk mempengaruhi opini publik untuk mendukung pasangan tertentu," kata Andreas kepada wartawan, Selasa (18/4/2017).

Karena itu, imbauan Kapolri agar masyarakat menunggu hasil resmi dari KPU dinilainya benar.

"Agar tidak terlalu terpengaruh dengan survey atau quick count," katanya.

Kapolri Tito mengimbau kepada warga untuk tidak menjadikan hasil survei sebagai pegangan atau patokan.

"Survei jangan sampai jadi pegangan. Survei yang sebelum pilkada tidak bisa jadi pegangan yang akurat," kata Tito di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (18/4/2017).

Kapolri Tito menyarankan warga mengandalkan mekanisme perhitungan yang sah yaitu di KPU.

"Banyak survei yang tidak tepat. Kemudian kita lihat juga pada pilgub lalu juga tidak tepat."

"Apalagi nanti mengklaim survei sudah pasti benar. Yg benar adalah hasil perhitungan KPU nanti. Perlu kita jaga, semua pihak termasuk Polri, TNI agar tidak terjadi penyimpangan," jelasnya.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help