Anies-Sandi Dituntut Akomodir Penyandang Disabilitas Intelektual dan Psikososial

Ahok sudah menghadirikan fasilitas umum lebih baik untuk penyandang disabilitas, dan mempekerjakan mereka di Balai Kota.

Anies-Sandi Dituntut Akomodir Penyandang Disabilitas Intelektual dan Psikososial
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Penyandang disabilitas mencoba fasilitas portal s di trotoar depan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Sabtu (28/5/2016). Portal s ini dibuat dengan meniru Kyoto Jepang yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyandang disabilitas sudah cukup diperjuangkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Pengurus Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), Dewi Tjakrawinata, menyebut Ahok sudah menghadirikan fasilitas umum lebih baik untuk penyandang disabilitas, dan mempekerjakan mereka di Balai Kota.

"Mulai dari memberikan tiket gratis untuk penyandang disabilitas, fasilitas umum untuk penyandang didsabilitas, pak Ahok sudah cukup mengakomodir," ujarnya saat berbincang dengan Tribunnews.com.

Namun demikian tidak semua penyandang difabel yang disentuh oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta selama ini.

Dewi Tjakrawinata menyebut penyandang disabilitas intelektual seperti 'down syndrome' serta psikososial seperti Schizophrenia sama sekali tidak tersentuh.

"Padahal mereka ini bisa diberdayakan, dan perlu sekali diberdayakan. Seperti (penyandang) Schizophrenia, mereka butuh lingkungan yang mendukung," katanya.

Di sejumlah negara telah dibuktikan, bahwa penyandang disabilitas intelektual dan psikososial masih bisa produktif, asalkan pekerjaannya tepat. Pekerjaan yang mereka lakukan antara lain adalah menyortir surat di kantor pemerintahan, atau housekeeping (tata graha).

"Mereka bisa melakukan pekerjaan pekerjaan yang membutuhkan kerutinan, mereka masih bisa diberdayakan," katanya.

Oleh karena itu ia sangat berharap Anies Baswedan - Sandiaga Uno yang dalam memberapa bulan ke akan dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, bisa memperhatikan penyandang disabilitas intelektual dan psikososial.

"Mereka juga katanya akan memberikan KJP (Kartu Jakarta Pintar) plus untuk penyandang disabilitas, mereka juga katanya mau bikin Balai Latihan Kerja untuk penyandang disabilitas, semoga semuanya bisa direalisasikan," ujarnya.
 

--

Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help