Pembunuhan Sadis di Medan

Menyesal Atas Perbuatannya Ini Curhatan Andi Lala

Andi Lala terduga pelaku pembunuhan satu keluarga ternyata masih memiliki rasa sayang dan prihatin. Hal itu terlihat saat dirinya ditanya mengenai kon

TRIBUNEWS.COM, MEDAN - Andi Lala terduga pelaku pembunuhan satu keluarga ternyata masih memiliki rasa sayang dan prihatin. Hal itu terlihat saat dirinya ditanya mengenai kondisi Kinara bayi empat tahun yang menjadi korban kekerasan yang ia lakukan.

Andi Lala mengatakan prihatin serta menyesal atas tindakan yang ia lakukan dan berdoa untuk Kinara.

Dengan baju tahanan Dit Reskrimum Polda Sumut dan celana training abu-abu yang membalut di tubuhnya. Ia bercerita tentang masa lalu nya yang dekat dengan orangtua Kinara.

"Pertama terhadap keluarga besar Riyanto di sini saya sebagai pelaku atau tersangka. Di sini saya meminta maaf yang sedalam-dalamnya dari lubuk hati yang paling dalam saya menyesal melakukan ini semua, saya beribu-ribu minta maaf," katanya saat berbicara dengan www.tribun-medan.com, Selasa (25/4/2017).

Andi Lala menyatakan kalau kondisinya sudah baikan pascaterkena tembakan dari petugas. "Alhamdulillah sudah sehat," sambil memperlihatkan bekas luka tembak yang dibalut.

Andi Lala sempat 'curhat' kepada www.tribun-medan.com atas perbuatannya yang sudah membantai satu keluarga.

"Pertama saya itu prihatin dan sedih karena kelakuan saya yang begitu saya sesalkan yang sedalam-dalamnya saya sesalkan dan kalau dia sudah membaik saya ucapkan Alhamdulillah semoga Kinara sehat-sehat saja,"ujar Andi Lala.

"Pernah Gendong Kinara Sebelumnya?" tanya Tribun. Andi Lala hanya bisa menggelengkan kepala. "Pernah ketemu sebelumnya?" dijawab dengan setengah suara, "Pernah."

"Pernah ajak bicara atau becanda?", "Tidak pernah," jawabnya dengan wajah menunduk.

Dalam perbincangan dengan Andi Lala, ternyata terduga otak pelaku pembunuhan satu keluarga ini mempunyai kalimat dan pernyataan yang sangat mengiris hati.

Andi Lala menuturkan kata-kata khusus untuk Kinara balita yang selamat dalam tragedi pembunuhan sadis yang dilakukannya.

"Untuk Kinara, atas perbuatan om di sini mungkin Kinara kehilangan segalanya. Om meminta maaf yang sebesar-besarnya atas kelakuan om selama ini yang sudah terjadi kepada keluarga Kinara. Abang meminta maaf yang sebesarnya. Abang menyesal," katanya seraya menundukkan kepala.(*)

Editor: Samuel Febrianto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help