Kecelakaan Maut di Puncak

Ayah Jadi Korban Kecelakaan Bus di Ciloto, Rian Jadi Tulang Punggung Keluarga

Nasib sedih menimpa keluarga Suyatna (47). Ayah dari dua anak tersebut meninggal karena kecelakaan bus pariwisata di Ciloto

Ayah Jadi Korban Kecelakaan Bus di Ciloto, Rian Jadi Tulang Punggung Keluarga
Adiatmaputra Fajar
Rumah Keluarga Korban Bus di Ciloto Suyatna 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nasib sedih menimpa keluarga Suyatna (47). Ayah dari dua anak tersebut meninggal karena kecelakaan bus pariwisata di Ciloto, Puncak.

Anak sulung dari Suyatna, Rian Atmodjo menjelaskan almarhum memiliki usaha toko sayur di pasar Mayestik bernama Ude Lestari. Usaha tersebut telah dijalankan oleh Suyatna dan Istrinya selama 21 tahun.

Ketika tidak ada Suyatna, Rian mengaku bingung dengan usaha sang ayah. Pasalnya Rian sendiri masih bekerja di salah satu bank BUMN.

"Kemungkinan meneruskan usaha," ujar Rian kepada Tribunnews.com, Jakarta, Senin (1/5/2017).

Selain toko sayur, Suyatna tidak memberikan wasiat kepada Rian. Hal yang diingat Rian hanya wajah sang ayah saat mengantar ke pool bus Pariwisata.

"Tidak ada wasiat, kejadian pesan terakhir tidak apa-apa, tanda-tanda terakhir juga tidak ada," ungkap Rian yang masih terlihat sedih.

Meski terlihat lelah sehabis memakamkan sang ayah di pemakaman Bendi, Kebayoran Lama, Rian masih berusaha ingat semua pekerjaan yang belum diselesaikan oleh almarhum.

Salah satu pekerjaan yang diingat Rian bahwa sang ayah ingin memperbesar musala dekat tempat tinggalnya. Sekarang tugas tersebut diberikan sepenuhnya kepada Bagus Hartoyo, tetangganya yang satu bus dengan Yatna.

"Pesan terakhir waktu saya antar ke pool bis di belakang Kelurahan Kebayoran Lama, bapak bicara Bagus Hartoyo menyelesaikan musala di tempatnya," papar Rian.

Rian pun teringat seharusnya pembangunan musala dimulai minggu lalu sebelum sang ayah berangkat ke acara pembubaran panitia KPPS. Namun takdir sang khalik yang harus memanggil Yatna terlebih dahulu.

"Minggu kemarin harusnya dibongkar untuk dibangun, bapak ikut akhirnya diundur, untuk pembangunan," jelas Rian.

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help