Djarot Sebut Sejumlah Pihak Akan Bekerjasama Mengawasi PKL

Lebih lanjut Djarot pun menyampaikan bahwa keberadaan PKL harus diantisipasi, apalagi menjelang momen bulan puasa.

Djarot Sebut Sejumlah Pihak Akan Bekerjasama Mengawasi PKL
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) berjualan di trotoar Jalan Jati Baru, kawasan Tanah Abang, Jakarta, Kamis (11/5/2017). Keberadaan pedagang yang berjualan di trotoar menganggu akses pejalan kaki dan kendaraan yang melintas di kawasan tersebut yang menyebabkan kemacetan. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat mengatakan nantinya sejumlah pihak akan melakukan kerjasama untuk mengawasi kawasan yang biasanya menjadi  tempat Pedagang Kaki Lima (PKL) dalam menjajakan dagangannya.

Sejumlah pihak yang bekerjasama mulai dari Wali Kota hingga Polisi, akan melakukan pengawasan di sejumlah pasar dimana  dua diantaranya Pusat Grosir Tanah Abang dan Pasar Induk Kramat Jati.

"Wali Kota, Satpol PP, Dishub dan Polisi kerjasama untuk awasi trotoar yang sering ditempati PKL, misal (di Pasar) Tanah Abang dan Kramat Jati," ujar Djarot saat ditemui usai menunaikan ibadah salat Jumat, di Masjid Fatahillah, Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (19/5/2017).

Baca: Dijaga Ketat, Djarot Ingin Pembeli dan Pedagang di Tanah Abang Nyaman

Mantan Wali Kota Blitar itu pun menambahkan, para PKL bisa menggunakan kantor Wali Kota untuk dijadikan 'lapak bazar' mereka dalam berdagang.

Namun mereka hanya bisa berdagang di kantor tersebut pada akhir pekan saja.

"Saya juga sampaikan, kantor Wali Kota suatu saat bisa digunakan untuk bazar berjualan PKL, bisa masuk hari sabtu minggu," jelas Djarot.

Politisi PDI Perjuangan itu pun kemudian menegaskan, para PKL tersebut tidak boleh berjualan di trotoar lantaran merupakan fasilitas untuk para pejalan kaki dan akan mengganggu ketertiban lalu lintas.

"Tapi kalau (berjualan) di trotoar tidak boleh, trotoar DKI sudah bagus, jangan digunakan untuk PKL, karena merugikan banyak orang, pejalan dan lalu lintas," tegas Djarot.

Lebih lanjut Djarot pun menyampaikan bahwa keberadaan PKL harus diantisipasi, apalagi menjelang momen bulan puasa.

Menurutnya, para PKL tentu saja akan memanfaatkan momen tersebut untuk menjadikan trotoar hingga badan jalan sebagai 'Pasar Tumpah'.

"Harus diantisipasi, terutama seminggu sebelum lebaran, ada Pasar Tumpah, kita terus tertibkan," kata Djarot.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help