Pacar Kapten Terlibat Aksi Perampokan yang Tewaskan Davidson Tantono

Aksi perampokan yang menewaskan korbannya, Davidson Tantonp (31), ternyata juga didalangi oleh seorang wanita, berinisial RCL.

Pacar Kapten Terlibat Aksi Perampokan yang Tewaskan Davidson Tantono
KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA
Tempat perampokan dan penembakan terhadap Davidson Tantono (30) di SPBU Daan Mogot, Jakarta Barat, tengah dibersihkan pada Jumat (9/6/2017) malam. Davidson dirampok sekelompok orang dan ditembak di kepala hingga tewas. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aksi perampokan yang menewaskan korbannya, Davidson Tantonp (31), ternyata juga didalangi oleh seorang wanita, berinisial RCL.

RCL merupakan kekasih dari SFL, otak dari aksi perampokan raja tega yang bukan hanya merampok, tapi juga membunuh.

SFL juga disebut sebagai Kapten.

"RCL bertugas untuk mencari dan menyewakan tempat untuk kawanan tersebut bersembunyi. Baik untuk sebelum maupun sesudah melakukan aksi perampokan," kata Kombes Pol Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (20/6/2017).

RCL ditangkap karena mengetahui rencana aksi perampokan tersebut. Karena itu sudah dipastikan bahwa ia sadar dengan apa yang dilakukannya.

"RCL sudah tahu profesi pacarnya. Karena itu ia dinyatakan terlibat," katanya.

Hasil dari pemeriksaan sebanyak tujuh pelaku, mereka mengaku baru kali pertama membunuh korbannya.

Karena itulah, usai merampok David, para pelaku berpencar.

"Mereka berpencar terlebih dahulu. Setelah itu, mereka berkumpul kembali pada waktu dan tempat yang telah ditentukan. Tempatnya sudah disewa dahulu oleh RCL," kata Argo.

"Mereka semua berpencar. Karena itu kami menangkap di berbagai tempat. Yaitu di Lampung, Karawang, Bogor, Banyuwangi, dan ada di Surabaya," kata Argo.

Mereka mengaku telah beraksi di 23 tempat. Dengan jumlah hasil rampokan beragam.

Seperti di Tangerang (60 juta), Caringin, Cidahu (60 juta), Cirebon (10 juta), Rawa Buaya, Jakarta Barat (40 juta), Pesing, Jakarta Barat (80 juta), Bekasi, Jawa Barat (800.000), Pemda Bogor (60 juta), Kampung Melayu (60 juta), Cidahu (31juta), Cirebon (60 juta), Kalijodo, Jakarta Barat (80 juta).

"Kemudian Cengkareng, Jakarta Barat (20 juta), Taman Topi, Bogor (40 juta), Ciawi (60 juta), Ciluwer (30 juta), Kampung Melayu (50 juta), Pasar Minggu (70 juta), Kalibata (30 juta), Tangerang, Poris (20 juta), Kedung Halang (100 juta), Kalimalang (50 juta), Cikarang (150 juta), Indovision, dan Jakarta Barat (100 juta)," jelasnya.

Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help