PLN Putus Listrik Sekolah di Jakarta Barat, Djarot: Kepala Sekolah Harus Bertanggungjawab

Masalah karena tunggakan pembayaran hanya listrik di sekolah hanya terjadi di Jakarta Barat. Sementara wilayah lain tidak.

PLN Putus Listrik Sekolah di Jakarta Barat, Djarot: Kepala Sekolah Harus Bertanggungjawab
Wahyu Aji
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sejumlah sekolah di wilayah Jakarta Barat mengalami pemadaman, lantaran menunggak pembayaran listrik mereka ke pihak PLN.

Menanggapi hal tersebut Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menilai hal tersebut harusnya tidak boleh terjadi.

"Tidak boleh harusnya. Karena sebetulnya itukan biaya operasional. Ya biaya yang sudah harus dibayar, fix cost," kata Djarot kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (25/7/2017).

Djarot menilai tidak ada alasan yang listrik sekolah diputus lantaran belum dibayar. Dirinya tidak ingin, jika listrik mati menyebabkan gangguan kegiatan belajar mengajar.

Untuk itu Djarot menyebutkan, hal itu menjadi tanggungjawab kepala sekolah.

"Itu sudah dianggarkan, jadi ngga ada alasan seumpama mereka tidak bisa membayarkan, tagihan ke PLN, itu ngga boleh terjadi. Saya sudah dapat laporan. Ini Kepala sekolah harus bertanggungjawab. Jangan sampai lsitriknya diputus. Duitnya (bayarnya itu) ada gimana sih?" kata Djarot.

Mantan Wali Kota Blitar ini menilai ada masalah karena tunggakan pembayaran hanya listrik di sekolah hanya terjadi di Jakarta Barat. Sementara wilayah lain tidak.

"Yang lain ngga ada masalah. Kenapa itu bermasalah?" Tanya Djarot.

Sebelumnya diberitakan Warta Kota, Kasudin Pendidikan Wilayah 2 Jakarta Barat Upriasih mengatakan belum turunnya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOP) membuat beberapa sekolahdi Suku Dinas Pendidikan wilayah 2 Jakarta Barat menunggak pembayaran listrik mereka ke pihak PLN.

Akibatnya Perusahaan Listrik Negara (PLN) memadamkan listrik ke sekolah yang masih menunggak tersebut.

Pihak Suku Dinas Pendidikan wilayah 2 Jakarta Barat berharap agar ada keringanan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN),

Padamnya listrik di sekolah tersebut ditakutkan akan menganggu aktifitas belajar mengajar. Apalagi, dana BOP di setiap sekolah baru turun setiap triwulan atau tiga bulan sekali.

Sejumlah sekolah di Jakarta Barat wilayah 2 yang menunggak listrik diantaranya seperti SMAN 101, SMAN 112, SMAN 65, SMAN 57, SMAN 85 dan termasuk SMPN juga mengalami pemadaman karena belum bayar.

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help