Dua Ribu Orang Akan Menari Tari Tradisional Indonesia di Car Free Day FX Sudirman Minggu Ini

Tarian yang akan dibawakan dalam bentuk flash mob itu berasal dari beberapa wilayah di Indonesia misalnya Jakarta, Kalimantan, dan Papua.

Dua Ribu Orang Akan Menari Tari Tradisional Indonesia di Car Free Day FX Sudirman Minggu Ini
Gita Irawan/Tribunnews.com
Pendiri Belantara Budaya Indonesia Sekolah Tari dan Musik Gratis Diah Kusumawardani Wijayanti pada Jumat (11/8/2017) di Maze Kitchen, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rencananya sebanyak 2.000 orang akan menari tujuh tradisional Indonesia pada acara Car Free Day di FX Sudirman, Jakarta Selatan,Minggu (13/8/2017).

Menariknya, mereka bukanlah penari professional melainkan keluarga biasa yang punya antusias tinggi terhadap kebudayaan Indonesia.

Tarian yang akan dibawakan dalam bentuk flash mob itu berasal dari beberapa wilayah di Indonesia misalnya Jakarta, Kalimantan, dan Papua.

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Pendiri Belantara Budaya Indonesia Sekolah Tari dan Musik Gratis Diah Kusumawardani Wijayanti di acara konferensi pers kampanye Indonesia Is Me 2017 di Maze Kitchen, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan pada Jumat (11/8/2017).

"Yang akan ditampilkan adalah tari-tari tradisional Indonesia yang mudah. Kalo Betawinya kayak tari Ondel-Ondel, pokoknya yang gampang diikutin. Tari Kalimantannya juga yang gampang, tari Papuanya, itu semua kami ambil yang mudah," ujar Diah.

Acara tersebut adalah pembukaan dari rangkaian kampanye Indonesia Is Me yang digagas oleh perusahaan pengembang Synthesis Development sejak tahun 2015 lalu yang digelar setiap Agustus untuk menyambut HUT Republik Indonesia.

Target peserta acara terus mengalami peningkatan setiap tahunnya sejak 2015 yang hanya 1.000 orang hingga kini mencapai 2000 orang.

Tahun ini acara tersebut akan dimulai sejak 13 Agustus 2017 di FX Sudirman, Jakarta Selatan sampai dengan 20 Agustus 2017 di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help