Mengaku Pernah Dianiaya Novel Baswedan, Ini Konologisnya Menurut Para Korban

Empat orang dari enam korban penganiayaan dan penembakan di Bengkulu tahun 2004 silam, menggelar jumpa pers di Restoran Batik Kuring, SCBD, Jakarta Se

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Empat orang dari enam korban penganiayaan dan penembakan di Bengkulu tahun 2004 silam, menggelar jumpa pers di Restoran Batik Kuring, SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (22/8/2017).

Mereka adalah 3 pelaku pencurian sarang burung walet serta 1 korban salah tangkap.

Korban salah tangkap Dedy Nuryadi datang bersama ketiga pelaku pencurian Irwansyah Siregar, Doni dan Rusliansyah beserta kuasa hukum mereka Yuliswan.

Dalam persnya, mereka memperagakan tindak penganiayaan dan penembakan yang diduga dilakukan oleh penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Irwansyah dan kawan-kawannya berdiri berjejer sesuai keadaan dan urutan sebelum mereka ditembak di pantai Panjang, Bengkulu.

Irwansyah mengaku jika ia ditembak pertama dan dilakukan oleh Novel yang kala itu menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Bengkulu.

"Yang nembak saya Novel, terbukti dari proyektil yang tertinggal di kaki saya. Setelah dioperasi dan diperiksa itu milik Novel," ujar Irwansyah.

Rusliansyah, pelaku lainnya yang kenakan kaus kerah dan topi merah, menyampaikan jika setelah ditembak pun masih disiksa dan diinterogasi hingga pagi.

Ia juga memperagakan ketika dirinya ditodong pistol di kepalanya oleh Novel.

"Saya ditodong, disuruh mengaku apa cuma TKP (kejahatan) ini yang saya lakukan. Saya jawab iya, terus dipukul. Terus kaki saya kerasa dingin. Saya tengok, lihat ada pistol warna putih," ujar Rusliansyah.

Rusliansyah bisa melihat pistol tersenyum lantaran mereka disiksa sambil disorot oleh lampu mobil.

Ketika menengok untuk melihat, ia dipukul di kepala dan disuruh untuk tetap melihat ke depan. (*)

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Samuel Febrianto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help