Liquid Vaporizer Narkoba Rusak Dagangan Pengusaha Vape

Maraknya pengungkapan narkoba melalui cairan rokok elektrik atau vape berpengaruh terhadap kelancaran bisnis, sejumlah pengelola di Banjarbaru mengaku

TRIBUNNEWS.COM, BANJARBARU - Maraknya pengungkapan narkoba melalui cairan rokok elektrik atau vape berpengaruh terhadap kelancaran bisnis, sejumlah pengelola di Banjarbaru mengaku kesulitan mendapat cairan vape, kiriman cairan vape impor juga jadi memakan waktu lama untuk sampai ke Banjarbaru.

Diketahui awal Agustus tadi Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membongkar perdagangan cairan rokok elektrik atau liquid vaporizer (vape) yang mengandung narkoba jenis ganja. Barang haram tersebut diedarkan di media sosial Instagram oleh para tersangka.

Pelaku menggunakan Instagram dengan akun Mamen Liq, kini akun tersebut sudah tidak aktif. Padahal sebelum terungkap, melalui akun itu pelaku menjual likuid yang mengandung ganja dengan botol 60 mililiter seharga Rp 3 juta per botol dan untuk ukuran 5 mililiter dijual dengan harga Rp 300.000 per botol.

Botol berisikan cairan bening (Liquid High) mengandung narkotika jenis 5-Fluoro ADB. 

Amang, pengelola toko Vape Amang Vapor di Panglima Batur mengatakan sejak mulai pertengahan 2016 lalu ikut meramaikan tren Vape dengan ikutan berbisnis. Dia katakan soal Liquid high yakni cairan vape yang mengandung narkoba itu tentunya tidak ada menjual, terlebih dia juga sudah mengetahui kabar pemberitaan itu.

Paling penting, para komunitas Vape di Banjarbaru kompak menegakkan diri sebagai komunitas Anti narkoba.
Kepala BNNK Banjarbaru AKBP Sugito ketika dikonfirmasi mengatakan akan melakukan langkah merangkul komunitas di Banjarbaru. "Khawatir banyak penyalagunaan, dicampur sangat mungkin sekali, satu sisi Vape hak orang menggunakan, hanya saja perlu kewaspadaan vape kandungan narkotik, komunitas ingatkan anggota jauhi narkoba, kami akan kumpulkan komunitas, sentuh kalangan komunitas," katanya.

Ditegaskannya, sementara ini pihaknya belum menemukan adanya rokok elektrik mengandung narkotika. "Di Banjarbaru sangat memungkinkan," katanya.

Langkah serupa dilakukan Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya, dia menegaskan di Banjarbaru saat ini belum ada temuan. "Jenis narkotika ini termasuk baru dan besar kemungkinan bisa masuk ke Banjarbaru," tegas Kelana. Dia mengimbau, bila ada yang menemukan narkotika jenis baru ini agar segera melapor ke Polres Banjarbaru. (Banjarmasin Post/Nia Kurniawan)

Editor: Samuel Febrianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved