Dugaan Alat Peraga Pendidikan Mangkrak Dilaporkan ke Kejaksaan

Kali ini pengadaan barang yang belakangan justru mangkrak tersebut di antaranya berupa peralatan...

Dugaan Alat Peraga Pendidikan Mangkrak Dilaporkan ke Kejaksaan
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN
Ilustrasi alat peraga pendidikan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus pengadaan barang yang hampir sama dengan uninterruptible power supply (UPS) yang menghebohkan beberapa waktu silam, kini kembali muncul di Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Kali ini pengadaan barang yang belakangan justru mangkrak tersebut di antaranya berupa peralatan Digital Education Classroom (DEC), alat fitnes printer scanner, hingga IBE DVT, laboratorium bahasa, IPA, kimia.

Baca: Empat Tokoh Besar Digadang Masuk di Pilgub Jatim

Terungkapnya kasus ini, setelah adanya laporan yang diterima pihak Kejaksaan Agung RI, terkait dugaan penyimpangan yang berpotensi membuat kerugian keuangan negara, karena mangkraknya peralatan yang sudah dibeli tersebut.

Pihak yang melaporkan adalah kelompok masyarakat yang menamakan dirinya Gerakan Manifestasi Rakyat (Gamitra) pada Senin 11 September 2017.

Selanjutnya, dari laporan tersebut, pihak penegak hukum akan melakukan tindak lanjut. "Kami sudah terima laporan dari Gamitra," ujar salah seorang petugas Kejaksaan yang minta namanya tidak disebutkan, Rabu (13/9).

Direktur Eksekutif Gamitra, Sabam Manise Pakpahan, mengungkapkan dalam laporannya setebal 600 halaman ke Kejagung, Senin 11 September lalu memuat dugaan penyimpangan pengadaan peralatan peraga pendidikan di Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

"Kami meminta Bapak Jaksa Agung agar kembali membuka kasus dugaan penyimpangan anggaran pendidikan DKI Jakarta sejak tahun anggaran 2013 silam, termasuk mangkraknya peralataan peraga pendidikan," kata Sabam dalam siaran pers yang dikirim kepada wartawan.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan Sopan Adrianto, mengaku belum mengetahui masalah peralatan peraga pendidikan yang mangkrak tersebut.

Dirinya saat dihubungi tengah melakukan pertemuan dengan Komisi E DPRD DKI Jakarta membahas segala persoalan di Dinas Pendidikan. "Saya sedang rapat dengan Komisi E. Mengenai masalah itu nanti kami akan mengeceknya," tandasnya.

Sopan Adrianto menegaskan pihaknya tidak pernah lagi melakukan pengadaan alat peraga sekolah sejak 2015 silam.

Ia menduga, alat yang mangkrak itu adalah alat hasil pengadaan lama di bawah tahun 2015 silam.

"Sepertinya alat peraga yang mangkrak itu alat peraga hasil pengadaan sebelum 2015 mas. Kalau setelah 2015 kami tidak pernah menganggarkan pengadaan alat peraga lagi," jelasnya.

Lebih lanjut, kata Sopan, kalaupun nanti ada pengadaan alat peraga lagi, pasti akan melalui lelang elektronik. Sehingga kejadian seperti kasus UPS tidak akan terjadi kembali. (*)

Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help