ICMI akan Memberdayakan Para Pensiunan yang Masih Potensial

Arma'i Arif mengatakan ICMI akan berusaha untuk memberdayakan para pensiunan yang masih potensial.

ICMI akan Memberdayakan Para Pensiunan yang Masih Potensial
GOOGLE IMAGES
Ilustrasi pensiun 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Koordinasi Pendidikan, SDM dan Pemberdayaan Potensi SDI Senior Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Arma'i Arif mengatakan ICMI akan berusaha untuk memberdayakan para pensiunan yang masih potensial.

Hal tersebut menurutnya harus dilakukan, karena selama ini ia menilai tidak ada pihak yang memberikan perhatian kepada para pensiunan ataupun orang yang sudah tua.

"Selama ini tidak ada perhatian dengan orang-orang yang telah pensiun, orang-orang (yang sudah) tua, padahal dia masih potensial," ujar Arma'i, di Kantor ICMI, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (13/9/2017).

Oleh karena itu, ICMI akan mengumpulkan para orang tua itu untuk nantinya diminta pendapat tentang 'apa rencana mereka selanjutnya'.

"Nah kita akan kumpulkan, kita minta pendapat mereka, brainstorming, 'apa yang ingin bapak atau ibu lakukan?', kira-kira begitu," jelas Arma'i.

Baca: Jasad Membusuk dalam Kondisi Terikat Ternyata Warga Pekanbaru yang Sempat Menghilang

Setelah mendengarkan apa yang mereka inginkan, ICMI kemudian akan melakukan langkah selanjutnya.

ICMI akan berupaya memberdayakan mereka agar mereka bisa kembali berkarya dan menghasilkan sesuatu.

"Jadi para pensiunan, orang-orang tua, kita kumpulkan nanti kita minta pendapat mereka, supaya jangan menganggur," kata Arma'i.

Menurut Arma'i, jika para pensiunan dan orang yang sudah tua dibiarkan menganggur dan tidak memiliki kegiatan apapun, besar kemungkinan mereka akan terus memikirkan hal tersebut dan itu bisa saja memperpendek umur mereka.

"Sebab kalau (mereka) nganggur, itu memperpendek umur," tegas Arma'i.

Oleh karena itu, ICMI akan membuat mereka kembali berkarya dan merasa berguna.

Sehingga tidak ada istilah pensiun itu 'mematikan akal' mereka sebagai manusia yang masih bisa berkarya dan berguna.

"Jadi tetap kita tingkatkan supaya (mereka) produktif, jadi tidak ada istilah kalau udah pensiun, mati akal, (mereka) diberdayakan," kata Arma'i.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help