Tiga Bos Asuransi Allianz Utama Dilaporkan ke Polisi

Alvin menjelaskan, bahwa klaim dipersulit dan ditolan oleh PT Asuransi Allianz Utama dengan alasan adanya klausal warranty.

Tiga Bos Asuransi Allianz Utama Dilaporkan ke Polisi
NET
Allianz Asuransi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tiga petinggi bos PT Asuransi Allianz Utama dilaporkan ke polisi oleh pemilik Toko Sony Vaio Pekanbaru, Riau, bernama Mariana atas dugaan pidana perlindungan konsumen.

Kuasa hukum Mariana, Alvin Lim mengatakan kasus bermula dari Toko Sony Vaio milik Mariana yang dibobol maling pada tanggal 30 Novrmber 2010, 18 April 2011 dan 23 April 2011.

Atas kerugian tersebut Mariana mengajukan klaim ke Allianz Utama.

Alvin menjelaskan, bahwa klaim dipersulit dan ditolan oleh PT Asuransi Allianz Utama dengan alasan adanya klausal warranty.

"Dengan alasan insufficient and inaccuracy data dan alasan hanya ingin dibayarkan 21 laptop sesuai dengan pengakuan si pencuri," ujar Alvin di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (10/10/2017).

Baca: Jadwal Ulang Pemeriksaan, Polisi Akan Telisik Status Yuliana Di Allianz

Alvin menjelaskan, alasan-alasan tersebut tidak sesuai dengan keterangan buku polis dan penjelasan agen ketika pertama kali menawarkan produk asuransi kepada Mariana.

Tak puas keputusan itu, Mariana mengajukan gugatan di Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK).

BPSK memenangkan Mariana dan memerintahkan Allianz membayar ganti rugi sejumlah Rp 2,8 milyar beserta bunga berjalan dan membatalkan klausal warranty yang dinilai majelis tidak sah dan melanggar hukum.

"Klaim ganti rugi tidak pernah dibayarkan sehingga Mariana yang merasa dipermainkan melaporkan perkara pidana ini ke Mabes Polri," ujar Alvin.

Mariana pun melaporkan para petinggi yaitu Direktur PT Asuransi Allianz Utama Wiyono Kurniawan Sutioso, Chief Sales Officer PT Asuransi Allianz Utama Indonesia Inkes Lukman dan Head of Claims Management PT Asuransi Allianz Utama Indonesia Maria Agnes ke Bareskrim Polri.

Laporan sendiri telah diterima dengan nomor LP/1027/X/2017/Bareskrim, tanggal 9 oktober 2017. Ketiganya dilaporkan atas perkara dugaan tindak pidana penjualan produk tidak sesuai dengan keterangan atau etiket sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 (f), 18 (g) Jo 62 dan 63 (f) Undang-undang No. 08 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

"Allianz lagi-lagi menganggap klaim tidak wajar dan mencurigai korban mengambil keuntungan," ujar Alvin.

"Padahal pencuri juga sudah tertangkap dan mengaku selain toko korban mereka membobol 12 toko lainnya. Sudah jatuh ketimpa tangga, lalu digilas mobil oleh Allianz. Itulah kekecewaan yang dirasakan oleh korban," ujar Alvin.

Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help