Buruh Tuduh Anies Baswedan Manfaatkan Mereka sebagai Komoditas Politik

Di depan Balai Kota, buruh berunjuk rasa. Mereka membentangkan spanduk dan berorasi untuk menuntut UMP yang layak.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lendy Ramadhan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Puluhan buruh dari Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (9/11/2017).

Mengenakan seragam dominan merah mereka membentang spanduk dan berorasi menuntut upah yang layak.

Sebab, mereka menilai kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2018, belum layak.

Koordinator aksi, Dwi Harto mengatakan, buruh hanya dijadikan komoditas politik untuk memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2017.

Ia juga menilai Anies Baswedan setelah terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta, mengkhianati harapan buruh.

"Dia gunakan suara kita, hanya untuk kepentingan beliau memenangkan Pilkada DKI tahun 2017 ini," kata Dwi Harto.

Sebagaimana diketahui, para buruh tersebut menuntut UMP DKI Jakarta di tahun 2018 sebesar Rp 3,9 juta.

Sedangkan keputusan Pemprov DKI Jakarta hanya sebesar Rp 3,6 juta.(*)

Penulis: Lendy Ramadhan
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help