PSK di Lantai 3 Blok G Pasar Tanah Abang kini Mangkal di Pinggir Jembatan Jati Bundar

Lantai 3 Blok G Pasar Tanah Abang dulu dikenal sebagai tempat mangkal para wanita pekerja seks komersial (PSK).

PSK di Lantai 3 Blok G Pasar Tanah Abang kini Mangkal di Pinggir Jembatan Jati Bundar
Warta Kota
PSK di Blok G Pasar Tanah Abang 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lantai 3 Blok G Pasar Tanah Abang dulu dikenal sebagai tempat mangkal para wanita pekerja seks komersial (PSK).

Namun, sudah lebih dari setahun mereka tidak beroprasi lagi karena sudah dijaga ketat.

"Sudah lebih dari setahun enggak ada di lantai 3, sekarangkan sudah dijaga. Malah banyak intel dari Makassar, Sulawesi. Di sini nongkrongnya mereka. Jadi udah enggak ada yang berani lagi," tutur Yuni, pedagang lantai dasar Blok G, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (15/11/2017).

Para PSK ini sudah mulai beroperasi siang hari dan mangkal di pinggir jembatan Jalan Jati Bundar sambil merokok. Tarif sekali kencan terbilang sangat murah, yaitu Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu saja.

"Jam segini udah ada tuh di pinggiran, tapi enggak sebanyak malam. Lihat aja yang duduk sambil merokok. Pakai kutek (cat kuku). Kalau tarif ada yang Rp 25 ribu, ada yang Rp 30 ribu, sesuai tempatnya di mana," ungkap Yuni.

"Nyewa tempat di bawah jembatan tuh cuma goceng (Rp 5.000). Orang-orang nyebutnya jembatan bongkaran, atau mau di tenda-tenda juga sama, tarifnya goceng, namanya kayu mati," sambung Yuni.

Seakan tidak ada kata jera, para PSK ini selalu ada dan semakin bertambah, walaupun sudah sering ditertibkan.

"Di sini mah tidak akan punah kecuali kiamat. Belum lama juga ada razia gabungan, beberapa terjaring, tapi ya besoknya ada lagi. Enggak ada kapoknya," paparnya.

Namun, jangan bayangkan wanita-wanita cantik yang mangkal di sepanjang jalan, karena pada umumnya sudah berusia 30 sampai 40 tahun.

Ibu yang berinisial S misalnya. Ia mengaku setiap hari duduk di bawah pohon di pinggir jembatan Jalan Jati Bundar, sambil menunggu pria yang ingin kencan dengannya.

Baca: AS Minta Warganya di Zimbabwe Berlindung di Tempat Aman

"Tiap hari di sini, nunggu aja ada yang mau," aku S ketika ditemui di lokasi.

S mengatakan, biasanya pelanggannya adalah sopir, pedagang, dan kenek. Sedangkan untuk tarif sekali kencan, S tidak mau menyebutkan nominalnya.

Lain dengan pengakuan Yuni dan S, Bilal selaku security Blok G, menampik itu semua. Ia mengatakan, tidak pernah ada PSK di lantai 3 atau di sekitar pasar.

"Enggak ada, mbak, itu cuma isu. Ada-ada saja. Di sini jam enam sore sudah digembok, mana mungkin ada kegiatan di atas. Satpol PP juga banyak kok disini, mana ada yang berani jadi PSK, bisa langsung diciduk dong," beber Bilal.

Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help