Jumat, 29 Agustus 2025

Presiden Jokowi Diharapkan Pertimbangkan Hadir Reuni Akbar Alumni 212

Maneger mengatakan gelar aksi alumni 212 adalah hal yang sesuatu yang wajar dan sejatinya tidak perlu dipermasalahkan.

KOMPAS.com/Stanly
Persiapan panggung reuni 212 di Monas, Kamis (30/11/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Pusat Studi dan Pendidikan HAM Universitas Muhammadiyah Prof Dr HAMKA (Pusdikham Uhamka), Maneger Nasution berkomentar mengenai Reuni Akbar Alumni 212 pada Sabtu (2/12/2107).

Maneger mengatakan gelar aksi alumni 212 adalah hal yang sesuatu yang wajar dan sejatinya tidak perlu dipermasalahkan.

"Sebab unjuk rasa, demonstrasi adalah merupakan hak konstitusional yang dilindungi kinstitusi dan undang-undang," ujar Maneger, melalui keterangan tertulisnya, Jumat (1/12/2017).

Dengan demikian, kata Maneger, tidak boleh ada pelarangan terhadap acara tersebut.‎ Pasalnya, aksi terdahulu yang pernah dilangsungkan pada 4 November juga berjalan dengan tertib dan damai.

Baca: Ketua MUI: Untuk Apa Ada Alumni 212? Persoalan Ahok Sudah Selesai

"Pemerintah tidak boleh melarang. Sepanjang aksi itu berjalan damai, baik, teratur," imbuhnya.

Untuk itu, jelas Maneger, penting diingatkan agar para peserta aksi alumni 212 nantinya apabila jadi turun, agar mengikuti mekanisme hukum yang berlaku.

Maneger mengingatkan bahwa Alumni 212 perlu mengulangi kesuksesan aksi yang lalu, dimana aksi tersebut banyak yang mengakui dari berbagai pihak yang memadati kawasan bundaran air mancur saat aksi 4 November di Jakarta, Jumat (4/11).

Ia mengatakan bahwa sebagai orang yang mengamati langsung Aksi Bela Alquran 4 November, dirinya dan siapa pun, yang menyaksikan lautan manusia hari itu di sekitar Monas dan Istana Medan Merdeka, pasti merinding.

Baginya, muslim Indonesia telah berhasil mencontohkan pelaksanaan demonstrasi secara bermatabat.

Baca: Pengamat Nilai Airlangga Hartarto Sosok Paling Bisa Diterima Semua Faksi di Golkar

"Saya melihat tidak ada kekerasan, ujaran kebencian, diskriminasi, nyaris tidak meninggalkan sampah, dan tidak ada fasilitas publik atau taman yang rusak. Inilah demo bermartabat dan terbesar pasca reformasi," kata Maneger.

Maneger pun menyampaikan terima kasihnya kepada publik yang mendukung jalannya penyampaian pendapat.

Selain itu, ia juga berterima kasih pada Polri dan TNI yang mengedepankan persuasi, termasuk para polisi wanita dan Pasukan Asmaul Husna.

"Saya berharap Presiden Jokowi mempertimbangkan untuk menemui tokoh-tokoh dan warga negara besok itu, apalagi kalau diundang. Sebaiknya jangan lagi salah membaca isyarat umat seperti dulu ketika beliau lebih memilih melihat kereta api Bandara Soekarno-Hatta ketimbang menemui lautan rakyatnya sendiri. Semoga dia tetap konsisten dengan komitmen yang ia ucapkan kepada tokoh-tokoh masyarakat beberapa waktu lalu," katanya.

Untuk itu, Maneger mengimbau aparat Kepolisian untuk memfasilitasi dan mengamankan agar warga negara terpenuhi hak konstitusionalnya besok.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan